banner 728x250

Satu Poin, Banyak Pelajaran: Persija Barat dan Farama FC Berbagi Asa di Liga Soeratin U-15

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA – Di sepak bola usia muda, hasil akhir bukanlah satu-satunya ukuran. Ada proses, karakter, dan kemampuan bangkit yang justru menjadi nilai utama. Hal itu tergambar dalam duel Persija Barat melawan Farama FC pada lanjutan Liga Soeratin U-15 Piala Gubernur di Lapangan 1 PSF Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7).

Laga yang disiarkan langsung oleh Nusantara TV itu berakhir imbang 1-1. Persija Barat lebih dahulu membuka keunggulan melalui sontekan Satrio Ardiansyah (10) pada menit ke-18. Namun, Farama FC menunjukkan daya juang yang tak kalah kuat. Menjelang turun minum, Moh Rizky Isnan Mukti (16) sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-41, sekaligus mengembalikan keseimbangan pertandingan.

banner 325x300

Atmosfer kompetisi semakin terasa ketika wasit Pungut mengeluarkan kartu kuning untuk Tria Rizky Rahman (10) dari Farama FC pada menit ke-38 dan Rayhand Tantowi (4) dari Persija Barat pada menit ke-53. Meski diwarnai tensi tinggi, kedua tim tetap mengedepankan permainan yang sportif hingga peluit panjang dibunyikan.

Bagi Persija Barat, hasil imbang ini lahir di tengah situasi yang tidak ideal. Pelatih Muhammad Ari mengungkapkan timnya datang dengan kekuatan yang tidak lengkap. Beberapa pemain inti absen karena mengikuti kegiatan sekolah, sebagian lainnya mengalami sakit, bahkan posisi penjaga gawang harus diisi secara darurat setelah kiper utama tidak dapat tampil.

Kondisi tersebut memaksa tim melakukan sejumlah penyesuaian. Meski demikian, para pemain tetap mampu memberikan perlawanan dan menunjukkan mental bertanding yang patut diapresiasi.

Muhammad Ari menilai anak asuhnya sebenarnya mampu mengendalikan ritme permainan. Namun, sejumlah peluang yang gagal dikonversi menjadi gol serta menurunnya konsentrasi pada momen-momen penting membuat tiga poin yang sudah di depan mata akhirnya lepas.

“Bagi kami, ini bukan sekadar hasil seri. Ini adalah pelajaran tentang pentingnya kesiapan tim, kedisiplinan, dan bagaimana tetap bermain dengan karakter meski berada dalam situasi yang sulit,” ujarnya.

Liga Soeratin U-15 Piala Gubernur kembali membuktikan dirinya bukan sekadar arena mencari kemenangan. Kompetisi ini menjadi ruang pembelajaran bagi talenta-talenta muda untuk menempa mental, membangun karakter, dan mempersiapkan diri menuju jenjang sepak bola yang lebih tinggi.|Foto : Moh.Amin Chandra.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan