banner 728x250

Raih Akreditasi Utama BPJPH, UIN Saizu Perkuat Posisi sebagai Pusat Layanan Audit Halal

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA — Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto resmi menyandang status LPH Utama setelah memperoleh Akreditasi Utama dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Pencapaian ini memperluas kewenangan lembaga tersebut dalam memberikan layanan pemeriksaan halal, sekaligus memperkuat posisi UIN Saizu sebagai salah satu pusat layanan halal yang berdaya saing di tingkat nasional.

Sertifikat Akreditasi Lembaga Pemeriksa Halal diterbitkan pada 6 Juli 2026 dan berlaku hingga 6 Juli 2030. Kenaikan status dari LPH Pratama menjadi LPH Utama diberikan berdasarkan rekomendasi Tim Akreditasi LPH yang menyatakan seluruh persyaratan administratif maupun teknis telah dipenuhi. Sertifikat tersebut ditandatangani Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan.

banner 325x300

Direktur LPH UIN Saizu, Oki Edi Purwoko, mengatakan peningkatan status tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan layanan pemeriksaan halal yang profesional, kredibel, dan berstandar tinggi.

“Status LPH Utama memberikan kewenangan kepada kami untuk memperluas layanan audit halal, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya di Purwokerto, Senin (13/7/2026).

Dengan status baru itu, ruang lingkup layanan LPH UIN Saizu semakin luas. Selain melakukan verifikasi dan validasi, lembaga ini kini berwenang melaksanakan inspeksi produk dan Proses Produk Halal (PPH), pemeriksaan rumah potong hewan dan unggas, audit halal, hingga pengujian laboratorium.

Layanan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman, obat-obatan, produk kimia, jasa penyembelihan, hingga jasa pengolahan. Seluruh proses didukung oleh sembilan auditor halal yang telah mengantongi sertifikasi kompetensi.

Menurut Oki, meningkatnya kebutuhan sertifikasi halal di berbagai sektor menjadi peluang sekaligus tantangan bagi LPH UIN Saizu. Status LPH Utama memungkinkan lembaga tersebut melayani pelaku usaha skala menengah hingga industri besar, termasuk permintaan audit halal dari luar negeri, terutama untuk produk farmasi dan kimia.

Selama ini, LPH UIN Saizu juga dikenal sebagai salah satu lembaga dengan jumlah audit jasa penyembelihan terbanyak di Indonesia. Fokus pada sektor tersebut dilakukan karena produk berbasis daging memiliki tingkat kritis kehalalan yang tinggi sehingga membutuhkan proses pemeriksaan yang lebih ketat dan komprehensif.

Rektor UIN Saizu, Prof. Ridwan, menegaskan capaian tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas kelembagaan. Peningkatan kompetensi auditor, termasuk kemampuan berbahasa asing, dinilai penting agar layanan dapat menjangkau mitra internasional.

Selain penguatan sumber daya manusia, UIN Saizu juga tengah menyiapkan peta jalan pengembangan laboratorium halal dalam tiga tahun ke depan. Langkah itu diharapkan mampu menghadirkan layanan pemeriksaan halal berbasis standar internasional sekaligus mendukung penguatan ekosistem industri halal Indonesia di pasar global.|Sumber Kemenag Ri.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan