Intimate.co.id|JAKARTA -|Medali emas memang menjadi puncak kebanggaan seorang atlet. Namun bagi atlet panjat tebing Indonesia, Puji Lestari, pencapaian olahraga bukanlah akhir perjalanan. Ia meyakini pendidikan adalah bekal yang akan tetap menemani kehidupan ketika masa kompetisi telah usai.
Peraih medali emas nomor speed relay putri dan medali perak nomor speed putri pada Asian Games 2018 itu menjadi salah satu penerima Beasiswa LPDP-Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Tahap II Tahun 2026. Program tersebut diperuntukkan bagi atlet aktif, mantan atlet berprestasi, serta tenaga keolahragaan yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) maupun doktor (S3).
Bagi Puji, beasiswa tersebut bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan bentuk penghargaan atas dedikasi para atlet yang telah mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional.
“Saya sangat merasa terhormat dan bersyukur menerima beasiswa LPDP melalui jalur atlet berprestasi. Ini merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap atlet-atlet Indonesia,” ujarnya.
Kini Puji mengabdikan diri sebagai aparatur sipil negara (ASN) di bidang olahraga sekaligus pelatih panjat tebing DKI Jakarta. Perjalanan panjangnya di dunia panjat tebing dimulai sejak duduk di bangku SMA dan semakin serius saat menjalani pendidikan di perguruan tinggi.
Ia mengaku selalu menikmati tantangan untuk melampaui batas kemampuan diri. Baginya, kepuasan terbesar bukan hanya berdiri di podium juara, tetapi mampu mencatat waktu yang lebih baik dibandingkan pencapaiannya sendiri.
Selain itu, kebersamaan bersama rekan setim, pelatih, dan seluruh tim pendukung menjadi kekuatan yang membawanya meraih prestasi. Menurutnya, setiap tetes keringat yang dicurahkan dalam latihan selalu bermakna ketika mampu menghadirkan kebanggaan bagi Indonesia.
Puji menilai pendidikan memiliki peran yang sama pentingnya dengan prestasi olahraga. Jika olahraga adalah napas yang menghidupkan semangatnya, pendidikan merupakan fondasi yang menopang masa depan.
“Olahraga itu masa produktifnya terbatas, sedangkan pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan menemani saya seumur hidup,” katanya.
Melalui beasiswa LPDP, ia berharap dapat lebih fokus menjalani perkuliahan tanpa terbebani persoalan biaya. Di sisi lain, ia mengajak generasi atlet muda untuk tidak hanya mengejar medali, tetapi juga membangun bekal akademik.
“Jangan merasa puas dengan prestasi yang kalian miliki. Ingat, pendidikan adalah senjata utama untuk masa depan. Seimbangkan antara prestasi dan pendidikan,” pesannya.|Foto : Istimewa.
Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson
Kontributor : Intimate.co.id


















