Intimate.co.id|PALEMBANG – Kawasan Simpang Lima DPRD Provinsi Sumatera Selatan mendadak bergejolak pada Sabtu (13/6/2026) dini hari. Belasan aktivis yang tergabung dalam Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Sumatera Selatan menggelar aksi Mimbar Bebas di tengah keheningan kota, lengkap dengan pembakaran ban bekas sebagai simbol perlawanan atas situasi nasional yang dinilai kian menyengsarakan masyarakat.
Aksi yang dimulai sekira pukul 01.00 WIB ini dipicu oleh keprihatinan mendalam LMND terhadap kebijakan pemerintah pusat dan daerah yang dinilai semakin menjauh dari napas keadilan sosial. Di bawah sorot lampu jalanan dan kobaran api, para mahasiswa secara bergantian membakar semangat lewat orasi-orasi kritis yang menyoroti rapuhnya kepemimpinan nasional saat ini.
”Aksi pada malam menuju dini hari ini menunjukkan bahwa pimpinan pusat, rezim saat ini, telah buta! Kami hadir di sini untuk terus menyuarakan jeritan rakyat yang selama ini tersumbat,” tegas Wahidin
Ketua EW LMND SUMSEL, sang orator di tengah kepulan asap hitam.
Dalam aksi moral tersebut, EW-LMND Sumatera Selatan secara lantang membawa 4 poin tuntutan utama yang dinilai mendesak untuk segera direalisasikan oleh pemerintah:
Wujudkan Pendidikan Gratis dan Pajak Kekayaan: Mendesak reformasi sektor pendidikan agar dapat diakses seluruh elemen bangsa tanpa beban biaya, serta menerapkan pajak yang adil bagi pemilik kekayaan besar di Indonesia.
Turunkan Harga Pokok dan BBM:
Menuntut stabilitas harga kebutuhan dasar dan bahan bakar minyak (BBM) yang saat ini dinilai kian mencekik serta membebani daya beli masyarakat kecil.
Hentikan Program P3G dan Kopsas:
Mendesak penghentian program-program kedinasan/desa yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan serta kesejahteraan rakyat di tingkat akar rumput.
Perkuat Nilai Tukar Rupiah: Meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret dan strategis untuk memperkuat nilai tukar rupiah demi menjaga stabilitas belanja serta menahan laju inflasi yang menekan ekonomi masyarakat.
Menjelang akhir aksi, massa yang berbaris rapi sambil mengibarkan bendera merah kebesaran organisasi tersebut menutup mimbar bebas dengan kepalan tangan kiri ke udara.
Pekikan “Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! Salam Pembebasan!” menggema memecah kesunyian malam di jantung Kota Palembang, menegaskan bahwa api perjuangan pemuda di Sumatera Selatan belum padam.
Aksi berjalan dengan tertib dan mendapatkan pengawalan dari aparat keamanan setempat sebelum akhirnya massa membubarkan diri secara teratur.
Jurnalis : Syaiful jamriq
Kontributor Intimate.co.id






