banner 728x250

Meutya Hafid: Ekonomi Digital Indonesia Harus Tumbuh Seiring Pelestarian Budaya Bangsa

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA-| Transformasi digital Indonesia tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan penguatan karakter bangsa. Hal itu ditegaskan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat bertemu Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Meutya mengatakan Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital dunia. Dengan sekitar 230 juta pengguna internet atau hampir 80 persen dari total populasi, Indonesia menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi digital di kawasan ASEAN dengan kontribusi sekitar sepertiga dari total ekonomi digital regional.

banner 325x300

Menurut dia, potensi besar tersebut harus diimbangi dengan pembangunan ekosistem digital yang sehat, aman, produktif, serta berlandaskan nilai-nilai kebangsaan. Teknologi, katanya, harus menjadi instrumen untuk memperkuat identitas nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kekayaan budaya Indonesia.

“Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi kekuatan ekonomi digital dunia. Namun pertumbuhan itu akan jauh lebih bermakna jika di saat yang sama kita mampu menjaga anak-anak kita, memperkuat karakter generasi muda, dan memastikan budaya bangsa tetap hidup,” ujar Meutya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital terus memperkuat implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Regulasi ini menjadi fondasi dalam membangun ruang digital yang aman, sehat, dan ramah anak.

Meutya menilai anak-anak perlu memperoleh keseimbangan antara aktivitas di dunia digital dan kehidupan nyata, termasuk mengenal permainan tradisional, seni, budaya, serta membangun interaksi yang sehat di lingkungan keluarga.

Selain itu, Komdigi juga tengah menyiapkan regulasi etika kecerdasan artifisial (AI) beserta peta jalan AI nasional. Kebijakan tersebut ditujukan agar pengembangan AI berlangsung secara bertanggung jawab, inklusif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Menurut Meutya, teknologi AI juga memiliki potensi besar untuk mendukung sektor kebudayaan, mulai dari digitalisasi warisan budaya, memperluas akses edukasi budaya, hingga mempromosikan kekayaan budaya Indonesia ke tingkat global.

“Teknologi dan budaya bukan dua hal yang saling bertentangan. Justru ketika keduanya berjalan beriringan, kita bisa menciptakan masa depan digital yang lebih kuat, inklusif, dan berkarakter,” katanya.

Ia menegaskan keberhasilan transformasi digital Indonesia akan ditentukan oleh kemampuan menghadirkan keseimbangan antara inovasi, perlindungan masyarakat, dan pelestarian nilai-nilai budaya.

“Transformasi digital yang berhasil adalah transformasi yang menghadirkan ekonomi yang tumbuh, anak-anak yang terlindungi, dan budaya bangsa yang semakin kuat. Itulah fondasi menuju Indonesia yang maju, berdaulat secara digital, dan tetap berakar pada jati dirinya,” ujar Meutya.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontribitor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan