banner 728x250

Menag Ajak Jadikan 10 Muharam Momentum Perkuat Kepedulian kepada Anak Yatim dan Difabel

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id| JAKARTA – Menteri Agama RI, , mengajak masyarakat menjadikan momentum 10 Muharam sebagai ruang untuk memperkuat kepedulian sosial terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas. Menurut dia, tradisi berbagi pada bulan Muharam perlu terus dirawat agar memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Nasaruddin saat memberikan sambutan dan tausiah dalam kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas bertema “Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Menguatkan Negeri: Menebar Maslahat, Menguatkan Umat” yang berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

banner 325x300

Menurut Menag, peringatan 10 Muharam tidak hanya menjadi agenda seremonial keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat budaya kasih sayang, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama. Ia berharap semangat tersebut dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Nasaruddin juga mengajak publik memaknai kepedulian terhadap anak yatim secara lebih luas. Menurutnya, anak yatim tidak hanya dimaknai sebagai mereka yang kehilangan ayah, tetapi juga anak-anak yang kehilangan perhatian, kasih sayang, dan pendampingan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau ada anak-anak yang tidak ada yang memperhatikan, mungkin bapak ibunya lengkap secara biologis tapi tidak ada yang mengurus, itu juga yatim,” ujarnya.

Ia menegaskan, perhatian kepada anak yatim dan penyandang disabilitas perlu diwujudkan melalui rasa aman, kebahagiaan, serta dukungan yang berkelanjutan. Setiap anak, kata dia, harus merasakan dirinya sebagai bagian penting dari bangsa.”Kita ingin memastikan bahwa mereka merasakan kebahagiaan, merasakan perhatian, dan merasakan bahwa mereka adalah bagian penting dari bangsa ini. Tidak boleh ada yang merasa sendiri atau terabaikan,” kata Nasaruddin.

Lebih lanjut, Menag menilai perhatian kepada anak yatim dan penyandang disabilitas merupakan bagian dari upaya membangun kehidupan sosial yang lebih inklusif. Kepedulian tersebut harus diwujudkan dalam sikap saling menguatkan dan menghadirkan ruang yang memberi harapan bagi anak-anak untuk tumbuh serta meraih masa depan yang lebih baik.

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin juga menyampaikan bahwa anak yatim dan kelompok difabel mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

“Hari ini adalah hari kalian anak-anakku semua para yatim dan kelompok-kelompok difabel. Ternyata anak yatim sangat dimuliakan di Indonesia dan kelompok difabel juga mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah,” tuturnya.

Ia berharap tradisi berbagi dan semangat kasih sayang yang tumbuh pada bulan Muharam dapat terus berkembang menjadi energi positif bagi generasi muda.

“Mudah-mudahan kebahagiaan yang kita hadirkan hari ini menjadi energi positif bagi anak-anak kita untuk terus tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama itu melibatkan berbagai lembaga zakat, wakaf, dan filantropi. Sebanyak 395 anak yatim dan 55 penyandang disabilitas hadir secara langsung dalam acara tersebut.|Foto : Kemenag RI

Penulis : DaBon | Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan