banner 728x250

JKF 2026 Ditutup, Kolaborasi Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Kreatif Jakarta

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA — Rangkaian Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 resmi ditutup di Istora Senayan, Minggu (5/7), setelah berlangsung selama dua hari. Festival ini menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, UMKM, komunitas kreatif, akademisi, lembaga keuangan, media, hingga masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang semakin kuat.

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menegaskan bahwa JKF 2026 menunjukkan kreativitas, inovasi, dan kolaborasi merupakan fondasi utama pembangunan ekonomi Jakarta menuju kota global.

banner 325x300

“JKF membuktikan bahwa kreativitas, inovasi, dan kolaborasi merupakan modal utama untuk membangun Jakarta yang lebih maju dan berkelanjutan. Semangat #JagaJakarta mengingatkan bahwa pembangunan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga gerakan bersama seluruh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Uus, penyelenggaraan JKF memiliki arti strategis menjelang peringatan lima abad Jakarta. Penguatan ekonomi kreatif, digitalisasi, inovasi, serta pemberdayaan UMKM akan terus menjadi pilar penting dalam meningkatkan daya saing ibu kota di tingkat global.

Ia berharap JKF terus berkembang sebagai platform kolaborasi yang mampu memperluas akses pembiayaan, membuka pasar baru bagi UMKM, mempercepat transformasi digital, serta melahirkan inovasi dan wirausaha baru.

Senada dengan itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, mengatakan penutupan JKF bukanlah akhir dari sebuah festival, melainkan awal dari gerakan kolaboratif yang harus terus dijaga.

Menurutnya, semangat kolaborasi yang terbangun melalui JKF menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan UMKM, ekonomi kreatif, dan digitalisasi, sekaligus menyongsong Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Sepanjang pelaksanaannya, JKF 2026 menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari pameran UMKM, business matching, festival ekonomi kreatif, edukasi, layanan publik, hingga berbagai kompetisi yang melibatkan masyarakat luas.

Sebanyak 377 tenant berpartisipasi dalam festival ini, terdiri atas 290 tenant UMKM dan 87 tenant layanan, edukasi, serta komunitas yang berkolaborasi dengan 67 lembaga dan instansi. Selama dua hari penyelenggaraan, JKF berhasil menarik sekitar 15.000 pengunjung.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari keikutsertaan 1.940 peserta dalam berbagai kompetisi, seperti Jakarta Youth Film Festival, Band Competition, Swara Bankers, JKF Fun Padel Competition, Festival Pangan Olahan, Lomba Dakwah Ekonomi Syariah, hingga Festival Urban Farming.

Dari sisi ekonomi, JKF 2026 membukukan total transaksi sebesar Rp55 miliar, termasuk transaksi business matching pembiayaan dan ekspor UMKM. Melalui Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI), festival ini juga menghasilkan komitmen pembiayaan perbankan kepada korporasi senilai Rp575 miliar.

Selain itu, terjalin komitmen kerja sama antara sektor perbankan dan sineas muda peserta Jakarta Youth Film Festival. Capaian tersebut mempertegas bahwa industri kreatif, khususnya film dan musik, memiliki potensi besar sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi Jakarta sekaligus memperkuat langkah ibu kota menuju kota global yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.|Sumber Dinas Kominfotik

Penulis:DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan