banner 728x250

Gubernur Pramono Resmikan Shelter Ojek Daring di Bundaran HI, Antarjemput Kini Lebih Tertib

banner 120x600
banner 468x60

Intikate.co.id|JAKARTA -|Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah baru dalam membenahi sistem transportasi perkotaan dengan meresmikan Shelter Grab Indonesia Thamrin–Bundaran HI di Wisma Kosgoro, Menteng, Selasa (7/7). Kehadiran fasilitas hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta, Grab Indonesia, dan manajemen Wisma Kosgoro ini diharapkan menjadi solusi atas persoalan antrean ojek daring yang selama ini kerap memadati badan jalan di kawasan Sudirman–Thamrin.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, pembangunan shelter bukan sekadar menghadirkan tempat menunggu bagi pengemudi, melainkan bagian dari upaya memperkuat integrasi transportasi publik. Menurutnya, penataan transportasi modern membutuhkan konektivitas antarmoda yang didukung kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha.

banner 325x300

Ia berharap model shelter serupa dapat diperluas ke berbagai titik strategis di Jakarta sehingga aktivitas naik-turun penumpang berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman tanpa mengganggu arus lalu lintas.

Komitmen itu diperkuat oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang telah memetakan sejumlah lokasi baru untuk pembangunan shelter. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan pihaknya menggandeng asosiasi properti, pengelola gedung, pusat perbelanjaan, hingga perusahaan aplikator seperti Grab dan Gojek guna memperluas jaringan shelter ojek daring.

Selain di kawasan perkantoran, fasilitas serupa juga akan dihadirkan di terminal milik Pemprov DKI Jakarta, termasuk Terminal Terpadu Pulo Gebang. Penataan kawasan stasiun bersama PT Kereta Api Indonesia pun telah disiapkan, dengan Stasiun Palmerah menjadi salah satu lokasi prioritas berikutnya.

Dari sisi operator, Grab Indonesia menyebut shelter tersebut merupakan bagian dari komitmen mendukung sistem transportasi publik yang terintegrasi. Sebagai layanan pengumpan (feeder), Grab berharap keberadaan shelter dapat memperlancar perjalanan first-mile dan last-mile, sekaligus mengurangi kepadatan di sekitar kawasan MRT Bundaran HI.

Manfaat fasilitas baru itu juga langsung dirasakan para mitra pengemudi. Achilles, pengemudi ojek daring yang telah beroperasi sejak 2017, mengaku kini tidak lagi harus menunggu penumpang di trotoar maupun bahu jalan. Shelter menyediakan ruang tunggu yang lebih nyaman, fasilitas pengisian daya telepon seluler, serta area berkumpul bagi sesama pengemudi. Kehadiran petugas juga dinilai membuat proses penjemputan lebih tertib dan efisien.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Pramono juga meminta Dinas Perhubungan berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya untuk menertibkan keberadaan pengatur lalu lintas ilegal atau yang dikenal sebagai “Pak Ogah” di ruas jalan protokol. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan ketertiban lalu lintas sekaligus mendukung transformasi Jakarta menuju kota global yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan penataan simpul transportasi secara bertahap, Pemprov DKI Jakarta berharap penggunaan angkutan umum semakin meningkat, sementara mobilitas masyarakat dapat berlangsung lebih tertib dan efisien.|Sumber Dinas Kominfotik

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan