Intimate.co.id|JAKARTA – Radio Bola bersama PSF Group selaku penyelenggara Liga Soeratin U-15 Piala Gubernur 2026 terus menghadirkan kompetisi yang menjadi wadah pembinaan pesepak bola muda berbakat. Memasuki pekan keempat, persaingan semakin ketat dengan lahirnya sejumlah talenta yang menunjukkan kualitas terbaiknya di Lapangan Sintetis 2 PSF Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (25/7/2026).
Pada pertandingan yang dimulai pukul 12.10 WIB dalam suhu sekitar 29 derajat Celsius, Farama FC sukses mengalahkan MC Utama dengan skor meyakinkan 2-0.
Kemenangan Farama FC tidak lepas dari penampilan gemilang Evan Aprillio Hutriza (11). Penyerang muda itu menjadi bintang lapangan setelah memborong dua gol ke gawang MC Utama yang dikawal Ammar Putra Trianto. Gol pertama tercipta pada menit ke-9, disusul gol kedua pada menit ke-32 yang memastikan Farama FC mengamankan tiga poin.
Laga berlangsung dalam tempo tinggi dan penuh duel. Wasit Dian mengeluarkan dua kartu kuning pada penghujung pertandingan. Farama FC menerima kartu kuning melalui M. Shaki Albari Salman pada menit ke-58, sementara dari kubu MC Utama, Muhammad Ajes Abdee Hamzah diganjar kartu kuning pada menit ke-57.
Pelatih MC Utama, Nasir atau akrab disapa BN, mengakui timnya belum mampu menunjukkan permainan terbaik. Menurutnya, minimnya latihan bersama membuat kekompakan tim belum terbentuk sehingga performa di lapangan jauh dari harapan.
“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh. Anak-anak memiliki potensi, tetapi tanpa disiplin latihan dan kebersamaan akan sulit berkembang. Target kami adalah membangun kembali kekompakan tim agar mereka bermain sebagai satu kesatuan, bukan mengandalkan kemampuan individu,” ujar BN.
Sementara itu, Asisten Pelatih Farama FC, Kiel, mengungkapkan kemenangan tersebut merupakan hasil dari evaluasi berbasis analisis pertandingan. Meski masih dilakukan secara sederhana, pendekatan itu terbukti membantu meningkatkan kualitas permainan tim.
“Kami memperbaiki kesalahan passing, crossing, kehilangan bola, dan duel satu lawan satu. Dibanding pertandingan sebelumnya, jumlah kesalahan berhasil ditekan. Data analisis menjadi motivasi bagi pemain untuk tampil lebih disiplin dan efektif. Hasilnya mulai terlihat di pertandingan ini,” kata Kiel.
Talent scout Berty Tutuarima memberikan penilaian objektif terhadap jalannya pertandingan. Menurutnya, kedua tim masih terlalu bergantung pada aksi individu sehingga alur permainan belum berkembang secara maksimal.
“Farama FC memang menunjukkan peningkatan dan layak meraih kemenangan. Namun, baik Farama maupun MC Utama masih terlalu sering mengandalkan kemampuan individu. Sepak bola usia muda harus dibangun lewat kerja sama tim, pergerakan tanpa bola, dan komunikasi antarpemain. Jika itu diperbaiki, kualitas permainan mereka akan meningkat jauh lebih baik,” ujar Berty.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Farama FC untuk menjaga persaingan di papan klasemen Liga Soeratin U-15 Piala Gubernur 2026. Sementara bagi MC Utama, hasil tersebut menjadi bahan evaluasi untuk membangun kembali kekompakan tim dalam menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.|Foto : Prass
Penilis : DaBon|Editor : Kelana Peterson
Kontributor : Intimate.co.id


















