banner 728x250

Bayu Skak Bikin Gebrakan, Alien Mendarat di Madura dalam Film Komedi Sci-Fi “Foufo”

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA– Sutradara dan kreator film Bayu Skak kembali menghadirkan warna baru di perfilman nasional. Setelah sukses mengangkat budaya dan bahasa Jawa dalam sejumlah karya sebelumnya, Bayu kini membawa penonton menjelajahi dunia komedi fiksi ilmiah melalui film “Foufo”, sebuah kisah unik tentang keluarga Madura yang kedatangan alien.

Film yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 9 Juli 2026 itu menjadi proyek berbeda dalam perjalanan kreatif Bayu. Untuk pertama kalinya, ia mengangkat budaya Madura secara otentik sebagai latar utama cerita, lengkap dengan penggunaan bahasa Madura dan mayoritas pemain yang berasal dari daerah tersebut.

banner 325x300

Kisah Foufo berpusat pada Muslim, seorang pemuda Madura yang diperankan Tretan Muslim. Kehidupannya yang sederhana mendadak berubah kacau ketika sebuah UFO mendarat di sekitar rumahnya dan menghadirkan makhluk asing yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.

Alih-alih menghadirkan cerita invasi alien yang menegangkan, Bayu memilih membalutnya dengan humor khas masyarakat Madura dan dinamika keluarga yang hangat. Dari premis sederhana itulah lahir berbagai situasi absurd yang menjadi kekuatan utama film ini.

“Kami berpikir, bagaimana kalau ide yang tidak biasa itu langsung ditabrakkan. Apa jadinya kalau ada UFO crash landing di Madura? Dari premisnya saja orang sudah tertawa. Alien datang ke Madura, ya dipretelin dong berarti,” ujar Bayu Skak.

Demi menjaga keaslian budaya yang ditampilkan, proses pencarian pemain dilakukan secara besar-besaran di Surabaya Utara, kawasan yang banyak dihuni masyarakat Madura. Sebanyak 2.500 peserta mengikuti audisi yang digelar di Kaza Mall.

Dari proses tersebut lahir sejumlah wajah baru yang akan meramaikan layar lebar, termasuk Ina Pogang dan aktor senior Siti Kam yang menjalani debut akting film panjang.

“Yang jelas otentiknya Maduranya sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi, karena memang dari Madura asli. Sehingga berbahasa Maduranya langsung enak didengar,” kata Bayu.

Berbeda dengan karya-karyanya terdahulu, kali ini Bayu memilih lebih fokus sebagai sutradara. Ia hanya muncul singkat sebagai cameo dalam dua adegan sebagai pegawai bank bernama Joko.

Nuansa komedi semakin kuat dengan kehadiran karakter Toni yang diperankan Ade Kurniyawan atau Ade Bibir, sosok yang dikenal luas sebagai pengisi suara SpongeBob SquarePants versi Indonesia. Dalam cerita, Toni merupakan kolektor barang antik yang terlibat dalam kekacauan setelah bertemu dengan alien bernama Foufo.

Fenomena unik pun terjadi ketika suara Toni tiba-tiba “dicuri” oleh sang alien. Sementara itu, sosok alien Foufo sendiri diperankan oleh Bambang Ceper yang tampil dengan karakter jenaka dan menggemaskan.

Menurut Bayu, Foufo dirancang sebagai tontonan yang aman dan nyaman bagi seluruh anggota keluarga di tengah dominasi film horor yang belakangan memenuhi layar bioskop.

“Foufo adalah film yang sangat ramah keluarga. Anak-anak kecil dan seluruh anggota keluarga bisa menonton dengan tenang tanpa ada yang harus dikhawatirkan,” ujarnya.

Dengan perpaduan budaya lokal, komedi segar, sentuhan fiksi ilmiah, serta kehangatan hubungan keluarga, Foufo menawarkan pengalaman berbeda di perfilman Indonesia. Film ini sekaligus menjadi bukti bahwa cerita-cerita daerah dapat dikemas secara modern tanpa kehilangan identitasnya.

Mulai 9 Juli 2026, penonton akan diajak menyaksikan satu pertanyaan sederhana namun mengundang tawa: apa yang terjadi ketika alien salah mendarat di Madura? Jawabannya ada dalam Foufo.

Penulis : DaBon | Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan