banner 728x250

Maliqa Nasution, Pewaris Darah Musik yang Memilih Menempa Jalannya Sendiri

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA-| Di tengah kemunculan banyak talenta muda di industri musik Tanah Air, nama Maliqa Nasution mulai mencuri perhatian. Penyanyi berusia 20 tahun itu hadir membawa karakter vokal yang lembut, emosional, dan hangat melalui karya-karya pop modern yang dekat dengan keseharian generasi muda.Maliqa bukanlah nama asing dalam dunia musik Indonesia. Ia merupakan putri sulung Mickey Nasution dan Daisy Ariana yang tumbuh di lingkungan keluarga dengan tradisi musik yang kuat. Sejak kecil, ia telah akrab dengan berbagai genre musik yang membentuk kepekaan artistik sekaligus kecintaannya terhadap dunia tarik suara.

Darah seni juga mengalir dari keluarga besarnya. Maliqa merupakan keponakan penyanyi legendaris Indonesia, Diana Nasution dan Rita Nasution, serta sepupu musisi Marcello Tahitoe. Namun, alih-alih bergantung pada nama besar keluarga, Maliqa memilih membangun identitasnya sendiri sebagai penyanyi pop dengan karakter yang autentik.Baginya, musik bukan sekadar hiburan. Maliqa ingin menjadi “sahabat dalam lagu”, sosok yang hadir menemani pendengarnya melalui lirik-lirik yang jujur dan emosional. Ia berharap setiap karya yang dibawakannya mampu menjadi ruang aman bagi siapa saja untuk mengenang, merindu, maupun menerima berbagai perasaan yang sulit diungkapkan.

banner 325x300

Langkah profesional Maliqa dimulai pada 2026 melalui single debut berjudul “Rindu Menggila” yang dirilis di bawah label HORAHORE! Records. Lagu ciptaan Mickey Nasution tersebut mengangkat kisah tentang kerinduan yang tetap tinggal di hati meski waktu terus berjalan.

Nuansa pop modern berpadu dengan aransemen emosional menjadi ciri utama lagu tersebut. Proses produksinya juga mendapat dukungan sejumlah musisi berpengalaman, di antaranya Yoggy Rachmady, Gustaf Alexandro Katuuk, Noldy Benjamin, dan Helena Andrian.

Menariknya, “Rindu Menggila” juga menjadi jembatan musikal antara dua generasi. Mickey Nasution, yang dikenal sebagai mantan vokalis Panhead Band dan Karua Boys Band, mempercayakan karya ciptaannya kepada sang putri sebagai langkah awal perjalanan kariernya.

Dengan karakter vokal yang lembut, penampilan yang elegan, dan pendekatan yang terasa personal, Maliqa perlahan menunjukkan potensinya sebagai salah satu penyanyi muda yang patut diperhitungkan. Hingga kini, single debutnya telah mencatat lebih dari 40 ribu streams di Spotify, capaian yang menjanjikan bagi seorang artis independen pendatang baru.

Kehadiran Maliqa Nasution menjadi bukti bahwa warisan musik dapat terus hidup dalam bentuk yang baru. Melalui karya-karyanya, ia ingin menyampaikan satu pesan sederhana kepada para pendengarnya: mereka tidak sendiri, karena selalu ada lagu yang mampu memahami setiap rasa.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan