Intimate.co,id | Jakarta – Lima tahun setelah terbentuknya Holding Ultra Mikro (UMi), ekosistem pembiayaan bagi masyarakat prasejahtera terus diperkuat. Salah satu indikatornya, sebanyak 2,35 juta nasabah PNM Mekaar tercatat telah naik kelas menuju layanan keuangan formal yang lebih tinggi hingga Juni 2026.
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melihat perjalanan tersebut bukan sekadar soal penyaluran pembiayaan, tetapi juga bagaimana nasabah mendapatkan pendampingan agar usaha mereka mampu berkembang dan memiliki akses ke layanan keuangan yang lebih luas.
Program Mekaar menjadi salah satu pintu masuk pembiayaan bagi perempuan prasejahtera yang menjalankan usaha ultra mikro. Melalui sinergi dalam Holding UMi bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dan Pegadaian, nasabah memiliki peluang untuk mengakses produk dan layanan keuangan sesuai perkembangan usahanya.
Group CEO BRI Hery Gunardi mengatakan, kekuatan Holding UMi terletak pada integrasi keunggulan tiga entitas dengan karakter dan kompetensi yang berbeda.
“Selama lima tahun, kekuatan Holding UMi ditopang oleh integrasi keunggulan masing-masing entitas. BRI memiliki jaringan dan kapabilitas pembiayaan UMKM serta infrastruktur yang luas, Pegadaian memiliki kompetensi pada pembiayaan berbasis gadai dan ekosistem emas, sementara PNM memiliki kekuatan pada pemberdayaan serta pendampingan kelompok usaha ultra mikro,” ujar Hery.
Menurut dia, integrasi tersebut memungkinkan ekosistem keuangan di tingkat akar rumput menjadi semakin luas.
Direktur Utama PNM Kindaris menegaskan, pembiayaan tidak dapat dipisahkan dari pemberdayaan. Nasabah tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga pengetahuan dan pendampingan untuk mengelola usaha serta meningkatkan pendapatan.
“Pembiayaan bagi kami bukan sekadar memberikan modal. Ada proses untuk mendampingi nasabah agar mampu mengelola usaha, meningkatkan pendapatan, dan pada akhirnya memiliki kemandirian ekonomi,” kata Kindaris.
Salah satu bentuk penguatan ekosistem tersebut adalah akses nasabah PNM Mekaar terhadap tabungan Simpedes UMi melalui kolaborasi PNM dan BRI. Nasabah juga mulai diperkenalkan dengan instrumen investasi melalui tabungan emas.
PNM menilai kebutuhan nasabah akan berbeda sesuai tahapan usahanya. Ada yang baru merintis, mengembangkan usaha, hingga berada pada tahap siap mengakses layanan keuangan yang lebih tinggi.
“Setiap nasabah memiliki perjalanan yang berbeda. Ada yang baru memulai usaha, ada yang sedang mengembangkan usaha, dan ada pula yang sudah siap naik kelas. Peran kami adalah memastikan mereka mendapatkan dukungan yang sesuai pada setiap tahap perjalanan tersebut,” tutur Kindaris.
Lima tahun Holding UMi pun menjadi momentum untuk memperkuat model pembiayaan yang menggabungkan akses modal dan pemberdayaan.
Dengan pendekatan tersebut, pertumbuhan usaha nasabah diharapkan tidak berhenti pada tambahan modal. Ketika produksi meningkat, kebutuhan bahan baku ikut bertambah, transaksi dengan pemasok tumbuh, bahkan terbuka peluang penambahan tenaga kerja.
PNM melanjutkan penguatan program pemberdayaan melalui kampanye #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, sebagai kelanjutan dari inisiatif tahun sebelumnya, #CariTauLangkahBaru.
Jurnalis: KelanaPeterson Kontributor Intimate.co.id


















