banner 728x250

10 Tahun Menikah, Cinta dan Rangga Temukan “Bahasa Cinta yang Beda”

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA — Kisah cinta Cinta dan Rangga kembali berlanjut. Setelah dipertemukan dalam Ada Apa dengan Cinta? 2 satu dekade lalu, pasangan yang diperankan Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra itu kini hadir melalui film pendek berjudul Bahasa Cinta yang Beda.

Film berdurasi 15 menit tersebut menjadi babak baru perjalanan Cinta dan Rangga. Salah satu fakta penting yang diungkap adalah bahwa keduanya akhirnya menikah setelah kisah mereka berakhir dalam Ada Apa dengan Cinta? 2.

banner 325x300

“Bicara soal Ada Apa dengan Cinta, bagi kami dan semoga bagi seluruh penggemar, film ini punya tempat yang sangat spesial yang terus menemani perjalanan cinta dari masa ke masa,” ujar produser Mira Lesmana dan sutradara Riri Riza dalam video sambutan yang diputar sebelum pemutaran perdana Bahasa Cinta yang Beda di sebuah bioskop di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (11/9/2026).

Mira dan Riri kembali menggarap cerita tersebut bersama penulis skenario Titien Wattimena. Kali ini, mereka mengeksplorasi dinamika rumah tangga Cinta dan Rangga setelah memasuki usia 10 tahun pernikahan.

Namun, Bahasa Cinta yang Beda menawarkan cara pandang berbeda tentang hubungan keduanya. Sosok Rangga tidak hadir secara fisik sepanjang film. Ketiadaan tersebut justru menjadi bagian penting dari pesan yang ingin disampaikan.

Film ini memperlihatkan bahwa perhatian dan bahasa cinta tidak selalu membutuhkan kehadiran secara langsung. Perasaan dapat tetap tersampaikan melalui tindakan-tindakan sederhana dalam keseharian.

Salah satunya melalui aktivitas Cinta di rumah, termasuk ketika ia memasak. Dari hal-hal sederhana itu, film mengajak penonton melihat bahwa cinta setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan bersama dapat memiliki bentuk yang jauh lebih tenang dibandingkan masa ketika cinta baru tumbuh.

Sutradara Teddy Soeriaatmadja mengaku sempat merasa terkesan sekaligus tegang ketika pertama kali mendapat tawaran dari Miles Films untuk meneruskan semesta Ada Apa dengan Cinta?.

Tantangan terbesar, menurut Teddy, adalah menjaga karakter yang telah dibangun dengan kuat oleh dua sutradara sebelumnya, Rudy Soedjarwo melalui film pertama dan Riri Riza melalui sekuelnya.

Di tengah tantangan tersebut, Teddy tetap menghadirkan pendekatan khasnya melalui gaya bercerita, bahasa visual, serta pengolahan dialog. Proses syuting berlangsung selama tiga hari di Jakarta, setelah Mira, Riri, dan Titien mematangkan skenario selama sekitar satu bulan.

Ide cerita film tersebut sebelumnya dikembangkan selama kurang lebih tiga bulan bersama tim kreatif salah satu jenama bumbu masak di Indonesia.

Selain Dian Sastrowardoyo sebagai Cinta dan Sissy Priscillia sebagai Milly, Bahasa Cinta yang Beda juga memperkenalkan karakter baru bernama Rani yang diperankan Savannah Parapat.

Kehadiran Rani bukan dimaksudkan menggantikan geng mading yang menjadi bagian penting dalam kehidupan Cinta pada masa sekolah. Karakter tersebut justru merefleksikan perubahan kehidupan sosial ketika seseorang memasuki usia dewasa.

Lingkaran pertemanan yang dahulu begitu lekat dapat berubah seiring waktu, begitu pula cara seseorang menjalani dan memahami hubungan.

Lewat Bahasa Cinta yang Beda, kisah Cinta dan Rangga pun bergerak ke ruang yang lebih dewasa. Bukan lagi semata tentang pertemuan, perpisahan, atau kerinduan, melainkan tentang bagaimana cinta bertahan dan menemukan bentuknya dalam kehidupan sehari-hari.

Sepuluh tahun setelah Ada Apa dengan Cinta? 2, Cinta dan Rangga seolah mengingatkan bahwa bahasa cinta tidak selalu harus diucapkan.

Kadang, cinta justru hadir dalam perhatian kecil yang dilakukan tanpa banyak suara bahkan ketika dua orang yang saling mencintai tidak sedang berada di tempat yang sama.(**)Foto : Istimewa

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan