banner 728x250

Rephaim Bangkit, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Bawa Teror Eksorsisme ke Skala Lebih Besar

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA — Kegelapan kembali mengetuk pintu. Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment merilis trailer resmi Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, sekuel film horor eksorsisme yang membawa kisahnya ke wilayah teror yang lebih luas dan mengancam.

Untuk pertama kalinya, trailer memperlihatkan sosok Rephaim, entitas kuno yang menjadi sumber kengerian baru dalam perjalanan Romo Rendra dan Romo Thomas. Diperankan kembali oleh Lukman Sardi dan Jerome Kurnia, keduanya harus menghadapi kekuatan yang disebut jauh melampaui apa yang pernah mereka hadapi sebelumnya.

banner 325x300

Rephaim digambarkan sebagai entitas kuno yang bersekutu dengan Fallen Angels untuk memengaruhi manusia agar menjadi pengikutnya. Iming-iming kekuasaan dan berbagai keinginan duniawi ditawarkan, dengan satu harga yang harus dibayar: nyawa.

Di tengah ancaman tersebut, Daniel yang diperankan Venly Arauna menjadi pusat teror. Tubuhnya dirasuki iblis purba yang sangat berbahaya. Ancaman itu pun tidak lagi berhenti pada satu keluarga, tetapi berkembang menjadi bahaya yang dapat meluas ke seluruh wilayah.

Poster film turut mempertegas pertarungan antara kegelapan dan keyakinan. Di tengah atmosfer mencekam, kuasa Tuhan menjadi kekuatan yang menaungi perjalanan spiritual kedua imam tersebut.

Produser Robert Ronny mengatakan film ini tidak hanya berbicara tentang kengerian, tetapi juga tentang manusia yang berusaha kembali kepada Tuhan setelah tersesat.

“Fallen Angels selalu mencoba memengaruhi manusia untuk membuat perjanjian darah dengan imbalan jiwa mereka. Yang ingin kami angkat di film ini adalah: meskipun manusia telah berdosa dan meninggalkan Tuhan, Tuhan selalu setia,” ujar Robert Ronny.

Menurutnya, selama manusia masih memiliki keinginan untuk kembali kepada-Nya, selalu ada ruang untuk menerima perlindungan dan berkat.

Sementara itu, produser eksekutif Andi Boediman mengatakan Kuasa Gelap: Perjanjian Darah berangkat dari gagasan tentang konsekuensi pilihan manusia.

“Tidak banyak film yang berani mengatakan bahwa kegelapan itu nyata dan bahwa ada jalan untuk menghadapinya. Kami membuat film tentang pilihan yang dibuat satu generasi ternyata harus dibayar oleh generasi berikutnya,” ujarnya.

Sutradara Rizal Mantovani menegaskan bahwa sekuel ini memiliki skala cerita yang lebih besar dibandingkan film sebelumnya.

“Di sekuelnya, skala ceritanya jauh lebih besar. Film ini tidak hanya berpusat pada satu keluarga, namun juga berdampak pada seluruh wilayah. Taruhannya bukan satu nyawa, tapi banyak,” kata Rizal.

Dari sisi spiritual, Lukman Sardi menjelaskan bahwa sosok imam eksorsis yang diperankannya tidak hanya mengandalkan keberanian. Persiapan rohani dan kehidupan iman menjadi bagian penting dalam menghadapi kekuatan jahat.

“Dalam Gereja Katolik, seorang imam eksorsis dituntut mempersiapkan diri secara rohani melalui Sakramen Rekonsiliasi atau pengakuan dosa,” ujar Lukman.

Ia menambahkan, kuasa pembebasan berasal dari Kristus, sementara disposisi batin dan kesucian hidup imam menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas tersebut.

Jerome Kurnia pun melihat perubahan menarik dalam hubungan kedua karakter. Ketika Romo Rendra mulai mengalami kegoyahan, Romo Thomas justru dituntut menjadi sosok yang paling teguh.

Namun, keyakinan yang terlalu besar terhadap kemampuan diri sendiri justru dapat berubah menjadi kelemahan.

Karakter Rephaim dirancang oleh Robert Ronny dengan inspirasi dari sineas sekaligus sahabatnya, Monty Tiwa.

Film ini kembali menghadirkan Lukman Sardi, Jerome Kurnia, Venly Arauna, Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, dan Faiz Vishal.

Disutradarai Rizal Mantovani dengan sinematografi Yadi Sugandi, skenario film ditulis Robert Ronny dan Andri Cahyadi. Robert Ronny dan Prima Taufik bertindak sebagai produser, dengan Andi Boediman sebagai produser eksekutif.

Tak hanya memperbesar skala cerita, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah juga memperluas pengalaman menonton. Film ini menjadi film Indonesia kelima yang hadir dalam format IMAX, menawarkan pengalaman visual dan audio yang lebih imersif.

Film ini juga akan tersedia dalam format Magnify 8 di delapan bioskop Cinépolis. Teknologi yang dikembangkan Lumma bersama Cinépolis Cinemas tersebut menggunakan kursi dengan teknologi getaran dan bass shaker yang diselaraskan dengan audio film.

Dengan demikian, dentuman dan atmosfer dalam adegan-adegan tertentu dapat terasa lebih intens bagi penonton.

Diproduksi Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment, film ini turut didukung Legacy Pictures, SRN, Virtuelines Entertainment, WOW Multinet Pictures, Mokster Films, dan Netzme Gateway.

Setelah kesuksesan film pertamanya, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah membawa pertarungan baru antara manusia, kegelapan, dan keyakinan ke layar lebar.

Kuasa Gelap: Perjanjian Darah dijadwalkan tayang mulai 8 Oktober 2026 di seluruh bioskop Indonesia.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan