banner 728x250

Keraton dan Ekonomi Kreatif Bertemu di Jakarta, Menyongsong Festival Budaya ASEAN

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA — Keraton dan masyarakat adat bukan sekadar peninggalan masa lalu. Di tengah perkembangan ekonomi kreatif, kekayaan tradisi justru dapat menjadi sumber gagasan baru, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Gagasan itu mengemuka dalam audiensi Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) dengan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Kamis (13/8/2026).

banner 325x300

Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi pengembangan kegiatan budaya, termasuk rencana Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN (FKMA).

“Kementerian Ekraf melihat keraton dan masyarakat adat sebagai bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan melalui ekosistem ekonomi kreatif,” ujar Teuku Riefky.

Menurut dia, pelestarian budaya perlu berjalan beriringan dengan inovasi. Dengan cara itu, nilai-nilai tradisi tetap hidup dan pada saat yang sama memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

FSKN merupakan organisasi masyarakat adat yang menghimpun para pemangku adat, keraton, dan kerajaan dari berbagai daerah di Indonesia. Berdiri sejak 2006 dan telah berbadan hukum, FSKN menjadi ruang silaturahmi bagi para raja, sultan, penglingsir, pemangku adat, serta trah keraton Nusantara.

Bagi Teuku Riefky, FKMA dapat menjadi salah satu pintu untuk memperkenalkan keragaman budaya Indonesia ke ruang yang lebih luas.

“Kami berharap kolaborasi dengan FSKN dapat membuka ruang yang lebih luas bagi budaya Nusantara untuk dikenal, dikembangkan, dan diapresiasi. Festival seperti FKMA dapat menjadi momentum untuk mempertemukan keragaman budaya Indonesia dengan jejaring internasional, khususnya di kawasan ASEAN,” katanya.

Ketua Umum FSKN sekaligus Raja Turikale VIII Maros, AA Mapparessa, mengatakan FKMA diharapkan tidak berhenti sebagai perhelatan budaya. Festival tersebut juga diarahkan menjadi momentum membangun model pengembangan masyarakat keraton yang dapat diterapkan di berbagai daerah.

Salah satu gagasan yang pernah diinisiasi FSKN ialah wisata Hindu Heritage di Jakarta Selatan. Program itu diharapkan menjadi contoh bagaimana warisan budaya dapat dikembangkan menjadi bagian dari pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Melalui FKMA, kami menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan sebelumnya juga menginisiasi program bersama pemerintah di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Mapparessa.

Menurut dia, Jakarta dapat menjadi salah satu pusat pengembangan potensi keraton Nusantara. Momentum lima abad Jakarta dinilai menjadi kesempatan untuk kembali mengangkat nilai-nilai budaya yang selama ini hidup di tengah masyarakat.

“Kami ingin mengangkat nilai-nilai budaya dan potensi keraton, baik dari sisi pariwisata maupun ekonomi kreatif, di Jakarta sebagai pusat kegiatan nasional,” katanya.

Kementerian Ekonomi Kreatif selanjutnya akan melihat peluang sinergi FKMA dengan berbagai program pengembangan subsektor kreatif. Kekayaan tradisi keraton berpotensi dipertemukan dengan seni pertunjukan, seni rupa, kriya, fesyen, arsitektur, desain, hingga kuliner.

Dengan demikian, pelestarian warisan budaya tidak hanya berbicara tentang menjaga apa yang telah diwariskan, tetapi juga tentang bagaimana warisan tersebut tetap relevan bagi generasi hari ini dan memberi ruang bagi generasi berikutnya untuk mengembangkannya.

Audiensi turut dihadiri Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Dadam Mahdar, perwakilan Direktorat Fesyen, Direktorat Kuliner, serta sejumlah unit terkait Kementerian Ekonomi Kreatif. Dari FSKN hadir sejumlah raja, sultan, dan pemangku adat dari berbagai wilayah Indonesia.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan