Intimate.co.id|JAKARTA — Transportasi publik bukan hanya soal memindahkan orang dari satu tempat ke tempat lain. Bagi penyandang disabilitas, tersedianya layanan yang mudah diakses menjadi bagian penting dari kesempatan untuk beraktivitas dan hidup mandiri.
Upaya memperluas akses tersebut dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui penambahan armada Transjakarta Cares. Sebanyak lima unit kendaraan diserahkan Yayasan Persatuan Masyarakat Indonesia Tionghoa Peduli Bencana (Permata) kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Halte Transjakarta Bundaran Hotel Indonesia (HI) Astra, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/8).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Menurut dia, tambahan armada menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan terhadap transportasi publik yang inklusif.
“Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas sumbangsih serta kepedulian yang konsisten dari Yayasan Permata kepada Transjakarta,” ujar Rano.
Menurut Rano, penguatan Transjakarta Cares juga sejalan dengan upaya memperluas jangkauan transportasi publik hingga kawasan penyangga Jakarta melalui layanan Transjabodetabek.
“Jangkauan armada tidak hanya melayani area Jakarta, tetapi sudah meluas hingga Bogor, Depok, dan Bekasi melalui skema Transjabodetabek,” katanya.
Perluasan jaringan itu, lanjut Rano, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi sekaligus memperluas kesempatan warga memperoleh layanan transportasi yang aman dan mudah dijangkau.
Memperluas Kemandirian
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Welfizon Yuza mengatakan, Transjakarta Cares telah beroperasi sejak Oktober 2016. Selama hampir satu dekade, layanan tersebut telah menjadi bagian dari mobilitas masyarakat penyandang disabilitas.
Hingga kini, Transjakarta Cares tercatat telah melayani 71.598 pelanggan disabilitas. Jumlah tersebut meningkat 16,1 persen dibandingkan periode sebelumnya.
“Bantuan lima unit kendaraan dari Yayasan Permata ini bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan perluasan akses mobilitas, kesempatan, serta kemandirian bagi para penyandang disabilitas,” ujar Welfizon.
Kolaborasi Transjakarta dengan Yayasan Permata tidak berhenti pada penambahan kendaraan. Kedua pihak juga bekerja sama dalam penataan Halte Wira di Jalan Prof. Dr. Supomo melalui skema naming rights.
Revitalisasi halte tersebut diarahkan untuk menghadirkan ruang yang lebih nyaman, hijau, sekaligus ramah bagi penyandang disabilitas.
Welfizon berharap kerja sama antara badan usaha milik daerah dan lembaga sosial itu dapat menjadi contoh bagaimana nilai komersial dapat diterjemahkan menjadi manfaat sosial yang dirasakan langsung masyarakat.
Dari Kepedulian Menjadi Akses
Perwakilan Yayasan Permata, Haris Candra, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam menjalankan kegiatan kemanusiaan dan memperluas kesetaraan akses bagi masyarakat.
Selama 21 tahun, Yayasan Permata telah terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan penanggulangan bencana di Indonesia.
Menurut Haris, dukungan terhadap Transjakarta Cares menjadi salah satu bentuk konkret kepedulian tersebut.
“Dukungan lima unit armada Transjakarta Cares ini merupakan wujud nyata kontribusi kami dalam menciptakan sistem mobilitas warga yang inklusif,” tuturnya.
Transportasi publik yang inklusif pada akhirnya bukan semata persoalan jumlah armada. Ia menyangkut bagaimana sebuah kota memastikan setiap warganya memiliki kesempatan yang sama untuk bergerak, bekerja, belajar, dan beraktivitas.
Dari lima kendaraan yang kini ditambahkan, harapannya bukan hanya semakin banyak perjalanan yang dapat dilayani. Lebih jauh, ada ruang yang semakin luas bagi penyandang disabilitas untuk menentukan sendiri tujuan dan aktivitasnya.
Haris berharap kolaborasi tersebut dapat mendorong lebih banyak pihak mengambil bagian dalam membangun layanan publik yang inklusif dan berkelanjutan.
“Semoga langkah ini juga mampu menginspirasi berbagai pihak untuk bersama-sama menumbuhkan semangat kemanusiaan dan kepedulian lingkungan demi mewujudkan Indonesia yang lebih inklusif bagi semua,” katanya.|Sumber Dinas Kominfotik.
Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson
Kontributor : Intimate.co.id


















