banner 728x250

“Desember Jani” Jadi Film All Women Project dari Palari Films, Angkat Relasi Ibu dan Anak

banner 120x600
banner 468x60
Intimate.co.id | Jakarta  – Palari Films kembali menghadirkan karya terbaru lewat film “Desember Jani” yang dijadwalkan tayang di bioskop pada Desember 2026, bertepatan menjelang Hari Ibu. Film ini menjadi proyek spesial karena seluruh lini kreatif hingga jajaran pemain didominasi perempuan lintas generasi.

Film “Desember Jani” disutradarai Ariani Darmawan yang sekaligus menandai debut film panjangnya. Sementara naskah ditulis oleh novelis dan penyair pemenang penghargaan Cyntha Hariadi yang untuk pertama kalinya menulis skenario layar lebar.

Film tersebut diproduseri Meiske Taurisia bersama Muhammad Zaidy.

banner 325x300

“Ini adalah film pertama Palari Films yang sangat perempuan. Seluruh pembuatnya hingga pemerannya adalah perempuan, dengan cerita yang juga sangat dekat dengan perempuan, terutama untuk seorang ibu dan anak perempuan,” ujar Meiske Taurisia.

“Desember Jani” mengisahkan tiga generasi perempuan dalam satu keluarga yang perlahan kehilangan cara untuk saling memahami. Di tengah hubungan yang mulai renggang, sosok Jani yang baru berusia 13 tahun berusaha menjadi jembatan untuk menyatukan kembali keluarganya.

Cerita film ini mengangkat tema relasi keluarga yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Mulai dari jarak emosional antargenerasi, rasa cinta yang sulit diungkapkan, hingga keberanian memperbaiki hubungan keluarga.

Ariani Darmawan mengungkapkan proyek ini memberinya ruang kreatif untuk mengeksplorasi cerita perempuan dengan pendekatan intim dan personal. Kota Bandung dipilih menjadi latar utama karena memiliki makna sentimental baginya.

“Bersama jajaran pemeran perempuan di film ini kami meramu kisah yang akan menghangatkan menjelang akhir tahun nanti,” kata Ariani.

Film ini dibintangi Chempa PuteriSigi WimalaTutie Kirana, serta pendatang baru Hyori Mika.

Tutie Kirana memerankan Oma Peggy, sosok lansia yang tetap mandiri lewat usaha lumpia miliknya. Sementara Sigi Wimala berperan sebagai Winnie, seorang ibu yang menyimpan rasa bersalah terhadap keluarganya.

Hyori Mika memerankan Julia, anak sulung yang memilih pergi dari rumah karena merasa tak pernah didengar. Sedangkan Chempa Puteri dipercaya menjadi Jani, remaja yang mencoba menyatukan keluarganya yang retak.

Bagi Sigi Wimala, proses produksi film ini terasa hangat karena seluruh pemain diberi waktu membangun kedekatan sebelum proses syuting berlangsung.

“Kami diberi waktu untuk berkumpul bersama sebagai keluarga itu cukup lama. Jadi semuanya dibangun secara organik,” ujar Sigi.

Chempa Puteri juga mengaku banyak belajar dari para senior selama proses produksi berlangsung. Sementara Hyori Mika merasa karakter Julia sangat dekat dengan keresahan anak muda masa kini yang sedang mencari jati diri dan batasan dalam keluarga.

“Semoga karakterku juga bisa mewakili penonton yang merasakan keresahan sama tentang boundaries dan mereka yang lagi mencari jati diri,” kata Hyori.

Jurnalis: Kelana Peterson
Kontributor Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan