banner 728x250

Handy Soulvibe Gantikan Adi Adrian, Bawa ‘Arah Baru’ untuk WAMI

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA – Wahana Musik Indonesia (WAMI) punya nakhoda baru. Ramadhan Handyanto Jiwatama alias Handy Soulvibe resmi terpilih sebagai Ketua Pengurus WAMI periode 2026-2028.

Handy menggantikan Adi Adrian, personel KLA Project, yang sebelumnya memimpin lembaga manajemen kolektif (LMK) tersebut.

banner 325x300

Pergantian kepemimpinan itu diperkenalkan kepada media dan musisi dalam acara yang digelar di B-Rew Origin Coffee, L’Avenue Office Tower, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2026).

Momen tersebut sekaligus menandai perjalanan 20 tahun WAMI yang berdiri pada 15 September 2006.

Bawa Misi Transparansi

Mengawali kepemimpinannya, Handy membawa satu pesan utama: mengembalikan kepercayaan para komposer melalui tata kelola yang lebih transparan dan profesional.

“Prioritas saya mengembalikan kepercayaan komposer kepada WAMI,” kata Handy.

Saat ini, WAMI menaungi sekitar 7.000 komposer. Handy melihat masih terbuka ruang untuk memperluas jumlah anggota sekaligus mengoptimalkan potensi royalti yang belum tergarap.

“Potensi royalti non-digital masih sangat besar. Itu tekad saya untuk mendapatkannya melalui perluasan lisensi,” ujarnya.

Menurut Handy, royalti yang berhasil dihimpun WAMI pada periode II 2026 mencapai sekitar Rp 45 miliar. Dana tersebut disalurkan kepada lebih dari 7.000 anggota pencipta lagu dan penerbit musik.

Ia juga menyiapkan sistem berbasis aplikasi yang memungkinkan anggota mendapatkan akses informasi secara lebih terbuka.

Targetnya sederhana, tetapi besar: royalti yang terkumpul bisa kembali secara optimal kepada pemilik karya.

Listening Forum Jadi Program Andalan

Tak hanya bicara soal angka royalti. Handy juga ingin membangun komunikasi yang lebih dekat antara WAMI dan para pencipta lagu.

Salah satu program yang disiapkan adalah WAMI Listening Forum.

Forum tersebut akan menjadi ruang pertemuan antara komposer dengan promotor, label, serta para pakar industri musik. Selain itu, WAMI akan menggelar pelatihan secara berkala bagi para anggotanya.

“Anggota adalah prioritas,” tegas Handy.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Handy sendiri merupakan musisi dan komposer aktif yang pernah berada di posisi anggota LMK.

“Sekarang posisi saya melayani teman-teman komposer, di mana dulu saya anggotanya,” katanya.

Dua Dekade di Dunia Musik

Handy bukan nama baru di industri musik.

Pria 40 tahun itu telah berkecimpung di dunia musik selama lebih dari dua dekade. Ia mendirikan Soulvibe pada 2003 bersama rekan-rekannya sejak masa sekolah.

Hingga kini, Soulvibe tetap berjalan dengan format trio bersama Bayu Adiputra Imran sebagai vokalis dan Mohamad Caesar Rizal sebagai drummer.

Handy mengisi posisi bass sekaligus aktif sebagai penulis lagu dan produser.

Ia juga pernah terlibat dalam penggarapan karya Raisa Adriana pada periode awal karier penyanyi tersebut.

Di luar musik, Handy memiliki latar pendidikan S1 Business Management dari Prasetiya Mulya. Ilmu tersebut kemudian digunakannya untuk mengelola manajemen band secara profesional hingga mendirikan Antartika Corp.

Foto : _Indra Prasta mewakili Badan Pengawas WAMI memberikan tumpeng kepada Handy Jiwatama

Target 100 Hari

Sebagai pemimpin baru, Handy tak ingin terlalu lama beradaptasi.

Ia langsung memasang target kerja dalam 100 hari pertama.

“Program pertama konsolidasi di dalam WAMI. Reorganisasi. Saya pastikan ada hasil kerja dari 100 hari pertama,” ujarnya.

Transparansi, profesionalitas, pelayanan kepada anggota, perluasan lisensi, serta komunikasi langsung dengan komposer menjadi sejumlah agenda yang akan dikejar.

Sejumlah musisi senior turut hadir dalam perkenalan Handy sebagai ketua baru WAMI, di antaranya Armand Maulana dan Bams Samsons.

Bams pun memberikan dukungan kepada kepengurusan baru tersebut.

“Semoga lebih baik. Sekarang sudah baik, dan saya yakin di tangan Mas Handy akan lebih baik,” kata Bams.

Kini, tantangan baru berada di tangan Handy. Setelah dua dekade perjalanan WAMI, ia membawa lembaga tersebut memasuki periode baru dengan tagline “Arah Baru”.

Bagi Handy, arah baru itu bukan sekadar pergantian pengurus. Ia ingin memastikan para pencipta lagu merasa karya mereka dikelola secara profesional, transparan, dan menghasilkan royalti secara maksimal.

Tentang WAMI

Wahana Musik Indonesia (WAMI) berdiri pada 15 September 2006. Lembaga ini mengelola dan mendistribusikan royalti hak cipta musik, baik karya lokal maupun internasional, dari pengguna komersial kepada anggota yang mempercayakan pengelolaan haknya.

WAMI juga menjadi anggota CISAC (The International Confederation of Societies of Authors and Composers), organisasi internasional yang menaungi lembaga manajemen kolektif pencipta di berbagai negara.[]

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan