banner 728x250

100 Tahun Ali Sadikin, Pramono: Jakarta Modern Harus Tetap Berakar pada Budaya

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pembangunan Jakarta menuju kota global harus tetap berpijak pada sejarah dan kebudayaan. Komitmen tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan 100 tahun kelahiran Ali Sadikin di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (7/7).

Menurut Pramono, Ali Sadikin bukan hanya meninggalkan warisan pembangunan fisik, tetapi juga membangun fondasi ekosistem seni dan budaya yang hingga kini masih menjadi identitas Jakarta. Salah satu warisan terbesar itu adalah Taman Ismail Marzuki yang terus berkembang sebagai ruang berkarya bagi seniman dan masyarakat.

banner 325x300

“Bagi saya pribadi, bukan hanya pembangunan fisik yang menjadi warisan terbesar Bang Ali, tetapi juga keberanian beliau membangun ekosistem seni dan budaya. Siapa pun gubernur Jakarta tidak mungkin tidak melanjutkan apa yang telah diwariskan Bang Ali,” ujar Pramono.

Ia menilai semangat kepemimpinan Ali Sadikin harus terus diwariskan kepada generasi muda agar memahami sejarah pembangunan Jakarta sekaligus memiliki rasa memiliki terhadap kotanya.

Pramono mengatakan, menjelang usia Jakarta yang ke-500 pada 2027, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat pembangunan transportasi publik terintegrasi, mengembangkan kawasan berorientasi transit (TOD), serta menata kawasan Pasar Baru dan Kota Tua. Di saat yang sama, pelestarian budaya Betawi juga terus diperkuat, termasuk melalui revitalisasi Setu Babakan dan penguatan unsur budaya Betawi dalam berbagai program pemerintah.

“Menjelang Jakarta memasuki usia lima abad pada 2027, kita ingin membangun Jakarta sebagai kota global yang modern, tetapi tetap berkarakter, menghargai sejarah, dan menjadikan kebudayaan sebagai identitas sekaligus kekuatan kota,” katanya.

Pramono juga mengajak masyarakat menjaga nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan Ali Sadikin, seperti keberanian berinovasi, berpikir jauh ke depan, dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan budaya, Pramono bersama Wakil Gubernur Rano Karno telah menghidupkan kembali berbagai fasilitas di kawasan TIM sejak awal masa kepemimpinannya. Langkah tersebut diwujudkan melalui pengoperasian kembali Planetarium, perpanjangan jam operasional perpustakaan hingga malam hari, serta memperkuat kolaborasi dengan Institut Kesenian Jakarta (IKJ), pengelola TIM, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), para seniman, dan budayawan.

Peringatan 100 Tahun Ali Sadikin diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta bersama IKJ, DKJ, dan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB). Acara tersebut turut dihadiri mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, keluarga besar Ali Sadikin, akademisi, budayawan, seniman, serta berbagai komunitas kebudayaan.|Sumber Dinas Kominfotik.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan