banner 728x250

Taufik Jursal Effendi: Pembinaan Usia Dini, Bukan Naturalisasi, Kunci Masa Depan Sepak Bola Indonesia

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id |JAKARTA – Pembinaan sepak bola usia dini dinilai harus kembali menjadi fondasi utama pembangunan sepak bola Indonesia. Hal itu disampaikan mantan pemain Persija Jakarta Pusat, Taufik Jursal Effendi, yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Tim Nasional kelompok usia 13, 15, dan 16 tahun pada periode 2010–2012.

Taufik, yang juga tercatat aktif dalam pembinaan sepak bola usia muda di Persija Barat pada periode 2017–2025 serta mengantongi lisensi kepelatihan AFC, menilai arah pembinaan sepak bola nasional dalam beberapa tahun terakhir perlu dievaluasi agar lebih berorientasi pada pengembangan pemain lokal.

banner 325x300

Putra almarhum Ridwan Effendi, Ketua Kompetisi Yunior Persija Jakarta periode 1979–1982 itu mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar dengan jumlah penduduk usia muda yang mencapai puluhan juta orang. Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada minimnya bakat, melainkan terbatasnya ruang pembinaan dan fasilitas yang memadai.

“Yang dibutuhkan adalah kesempatan dan fasilitas agar anak-anak dapat berkembang menjadi atlet berprestasi,” ujarnya di Lapangan PSF Pancoran,Jakarta Selatan,Sabtu(27/6)

Ia menekankan bahwa pembinaan pemain harus dimulai sejak usia dini secara berjenjang, mulai dari kelompok usia 5 hingga 17 tahun. Menurutnya, banyak negara mampu melahirkan pemain tim nasional pada usia 16–17 tahun karena sistem pembinaan berjalan konsisten sejak anak-anak.

Selain sistem kompetisi yang berkesinambungan, Taufik menilai pemerintah perlu memperbanyak fasilitas olahraga yang mudah diakses masyarakat. Ia mengusulkan agar lapangan sepak bola milik pemerintah dapat digunakan secara gratis untuk latihan rutin dan kompetisi usia muda melalui skema kerja sama dengan pihak swasta dalam pembiayaan pemeliharaan.

“Kalau lapangan tersedia dan anak-anak bisa berlatih secara teratur serta bertanding setiap akhir pekan, kualitas pemain akan meningkat dengan sendirinya,” katanya.

Menurut Taufik, keberhasilan membangun generasi emas olahraga sangat bergantung pada keseriusan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta federasi dalam menyusun kebijakan pembinaan yang terencana, berkelanjutan, dan berpihak pada pengembangan talenta muda Indonesia.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan