banner 728x250

Seminar Astronomi Islam Bahas Verifikasi Arah Kiblat, Kemenag Ajak Masyarakat Ikuti Rashdul Kiblat

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA– Kementerian Agama menggelar seminar internasional bertajuk Astronomi Islam di Unit Percetakan Al-Qur’an, Ciawi, Bogor, Rabu (15/7/2026). Kegiatan yang terbuka untuk masyarakat ini menghadirkan pakar astronomi Islam dari Indonesia, Turki, Singapura, dan Malaysia untuk memperkuat literasi ilmu falak serta pemahaman mengenai verifikasi arah kiblat berbasis astronomi.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, mengatakan seminar tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus memperkenalkan praktik penentuan arah kiblat yang ilmiah dan mudah diterapkan masyarakat.

banner 325x300

“Kami mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar langsung dari para pakar. Selain memahami teori, peserta juga akan memperoleh penjelasan mengenai praktik verifikasi arah kiblat melalui fenomena Rashdul Kiblat yang dapat dilakukan secara mudah dan ilmiah, serta praktik penentuan arah kiblat di beberapa negara Islam seperti Singapura, Malaysia, dan Turki,” ujar Arsad di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Seminar menghadirkan Guru Besar Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang Ahmad Izzuddin, Direktur Pemetaan Batas Wilayah dan Nama Rupabumi Badan Informasi Geospasial Khafid, Atase Agama Kedutaan Besar Turki di Jakarta Abdulhamid Eşmeli, Ahli Jawatankuasa Fatwa Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) Firdaus bin Yahya, serta Prof. Madya Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya Mohd Saiful Anwar bin Mohd Nawawi.

Menurut Arsad, kehadiran para narasumber internasional diharapkan memperkaya wawasan peserta mengenai praktik penentuan arah kiblat di berbagai negara sekaligus memperkuat kolaborasi internasional dalam pengembangan ilmu falak.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk menghadirkan layanan keagamaan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Seminar berlangsung pukul 13.00–17.00 WIB dan dilengkapi sesi praktik Rashdul Kiblat, yaitu fenomena ketika Matahari berada tepat di atas Ka’bah sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus dapat dimanfaatkan sebagai penunjuk arah kiblat dengan tingkat akurasi tinggi.

Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah, Ismail Fahmi, mengatakan seminar tersebut menjadi bagian dari persiapan menjelang pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat pada 15–16 Juli 2026.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa menentukan arah kiblat tidak harus rumit. Melalui fenomena Rashdul Kiblat, siapa pun dapat melakukan verifikasi secara mudah, praktis, dan akurat dengan memanfaatkan posisi Matahari,” ujarnya.

Ismail menjelaskan, pada 15 dan 16 Juli pukul 16.27 WIB atau 17.27 Wita, Matahari akan berada tepat di atas Ka’bah. Pada waktu tersebut, bayangan tongkat atau benda yang dipasang tegak lurus akan mengarah tepat ke kiblat sehingga dapat dimanfaatkan untuk memeriksa arah kiblat di rumah, masjid, musala, sekolah, kantor, maupun fasilitas publik lainnya.

Seminar ini tidak dipungut biaya. Pendaftaran dibuka pada 12–14 Juli 2026 dengan kuota 100 peserta untuk wilayah Jabodetabek. Peserta yang mengikuti kegiatan akan memperoleh sertifikat, konsumsi, dan goodie bag.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan