banner 728x250

Saat Niscaya Bergema di Bromo, Bilal Indrajaya Ciptakan Momen Tak Terlupakan

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|PROBOLINGGO—Senja yang perlahan turun di kawasan Bromo menjadi latar yang sempurna bagi penampilan Bilal Indrajaya pada hari pertama BRI Jazz Gunung Bromo 2026, Jumat (24/7/2026). Di Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Sukapura, Kabupaten Probolinggo, musisi asal Jakarta itu menghadirkan pertunjukan yang hangat sekaligus intim, menyatukan lanskap pegunungan dengan alunan musik yang penuh perasaan.

Tampil dalam sesi Before Sunset, Bilal memanfaatkan panorama matahari terbenam yang menyelimuti Bromo sebagai bagian dari pengalaman musikal. Cahaya keemasan yang membingkai panggung berpadu dengan aransemen lagu-lagunya, menghadirkan suasana yang membuat ratusan penonton larut dalam setiap nada

banner 325x300

Antusiasme penonton pun menjadi energi tersendiri. Hampir sepanjang pertunjukan, mereka ikut menyanyikan setiap lirik yang dibawakan Bilal, menciptakan koor yang menghangatkan sore di kaki Gunung Bromo.

Bilal membawakan 10 lagu andalannya, mulai dari NPT, Dara, Mustahil, Kaos Kaki Merah, Akhir Pekan yang Hilang, Ruang Kecil, Saujana, Kau, Biar, hingga ditutup dengan Niscaya. Lagu terakhir itu menjadi salah satu puncak kemeriahan ketika suara penonton menyatu dengan vokal Bilal, menciptakan momen yang sulit dilupakan.

Usai pertunjukan, Bilal mengaku penampilannya di Jazz Gunung Bromo menjadi salah satu pengalaman paling berkesan sepanjang karier bermusiknya.

“Kalau diberi kesempatan lagi, saya ingin datang dengan konsep yang lebih baik dan memungkinkan berkolaborasi dengan musisi-musisi lain,” ujarnya.

Ketika diminta menggambarkan suasana BRI Jazz Gunung Bromo 2026 dalam tiga kata, Bilal menjawab singkat, tetapi mewakili kesan mendalam yang ia rasakan.

“Majestic, warm, class.”

Hari pertama BRI Jazz Gunung Bromo 2026 juga menghadirkan penampilan Plutato feat. Cait Lin, Batavia Collective, Ring of Fire Project bersama Sri Hanuraga, hingga ditutup aksi panggung Isyana Sarasvati yang memukau ratusan penonton.

Perpaduan panorama alam Bromo dengan kualitas musikal para penampil kembali menegaskan posisi Jazz Gunung sebagai salah satu festival musik paling khas di Indonesia. Di sini, musik bukan sekadar diperdengarkan, tetapi dihadirkan sebagai pengalaman yang menyatu dengan alam, menghadirkan ruang bagi penonton untuk menikmati harmoni dalam suasana yang tak mudah ditemukan di panggung konser pada umumnya.|Foto Istimewa.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan