banner 728x250

Perpustakaan Kemenag Hadirkan Layanan Literasi Inklusif, Anak Berkebutuhan Khusus Belajar Bersama Tanpa Sekat

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA— Perpustakaan Kementerian Agama terus memperkuat komitmennya menghadirkan layanan literasi yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan. Melalui program Petualangan Literasi: Satu Hari Penuh Cerita, perpustakaan yang berlokasi di kantor layanan Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta, menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus dapat diakses oleh seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.

Sekretaris Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama, Wawan Djunaedi, mengatakan bahwa semangat inklusivitas merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai moderasi beragama. Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses terhadap pendidikan, literasi, dan ruang belajar tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi fisik.

banner 325x300

“Moderasi beragama mengajarkan kita untuk menghargai martabat setiap manusia. Karena itu, layanan publik, termasuk layanan literasi, harus mampu menghadirkan ruang yang terbuka, ramah, dan dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus,” ujar Wawan di Jakarta.

Ia menegaskan, Perpustakaan Kementerian Agama terus berupaya menyediakan fasilitas terbaik agar seluruh lapisan masyarakat, khususnya anak-anak, dapat menikmati layanan literasi yang berkualitas dan berdampak positif.

“Kami ingin setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, bertumbuh, dan merasakan pengalaman literasi yang menyenangkan,” katanya.

Komitmen tersebut dirasakan langsung oleh Abu dan Atini, orang tua Nadhifa Hanifa. Mereka mengaku bahagia melihat putrinya dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan bersama anak-anak lain dengan penuh antusias.

Menurut mereka, Nadhifa menikmati setiap sesi, termasuk saat mengikuti kegiatan di mini teater. Meski sesekali berdiri dan kembali duduk, ia tetap fokus menyimak cerita serta aktif merespons jalannya kegiatan.

Abu menilai program Petualangan Literasi menjadi alternatif yang bermanfaat untuk mengisi masa libur sekolah. Selain memperluas wawasan, kegiatan tersebut juga memberi ruang bagi anak-anak untuk belajar bersosialisasi dalam lingkungan yang aman dan nyaman.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan berbagai inovasi yang semakin mengakomodasi kebutuhan seluruh anak sehingga setiap peserta memperoleh pengalaman belajar yang setara.

Selain menghadirkan berbagai aktivitas literasi, Perpustakaan Kementerian Agama juga menyediakan layanan Komputer Bicara bagi penyandang disabilitas netra. Layanan ini menggunakan perangkat lunak NVDA (Non Visual Desktop Access) yang mengubah teks pada layar menjadi suara, sehingga pengguna dapat mengakses koleksi digital perpustakaan secara mandiri.

Program Petualangan Literasi: Satu Hari Penuh Cerita diikuti sekitar 40 anak berusia 4 hingga 10 tahun. Beragam kegiatan, mulai dari dongeng edukatif, pemutaran film, hingga permainan interaktif berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari para peserta.

Melalui kegiatan ini, Perpustakaan Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk membangun budaya literasi yang inklusif, menghadirkan ruang belajar tanpa diskriminasi, serta memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar dan Berkembang.|Sumber Kemenag RI.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan