banner 728x250

Maman Suryaman: Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur Jadi Fondasi Lahirnya Pemain Timnas

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA – Mantan pemain Tim Nasional Indonesia, Maman Suryaman, menilai penyelenggaraan Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembinaan sepak bola usia muda. Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, kompetisi ini dinilai mampu memberikan ruang bagi pemain muda untuk mengasah kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding.

Menurut Maman, proses pembinaan tidak cukup dilakukan melalui latihan di sekolah sepak bola. Kompetisi yang berlangsung secara rutin justru menjadi sarana penting bagi pemain untuk meningkatkan kualitas permainan, mental bertanding, serta kematangan dalam mengambil keputusan di lapangan.

banner 325x300

“Kompetisi seperti ini sangat saya dukung karena wadah untuk pemain usia muda masih sangat sedikit. Padahal mereka harus mendapat kesempatan bermain sebanyak-banyaknya. Prestasi tidak hanya datang dari latihan, tetapi juga dari latihan bertanding atau game. Jam terbang itulah yang akan membentuk kualitas pemain,” ujar Maman saat menyaksikan Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur di Lapangan PSF Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (4/7).

Mantan pelatih Timnas Indonesia U-16 itu juga mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai talent scouting dalam kompetisi tersebut. Ia menilai kolaborasi antara penyelenggara kompetisi swasta dan pemerintah perlu terus diperkuat agar sistem pembinaan usia dini berjalan lebih efektif dan berkesinambungan.

“Saya sangat mendukung program ini. Jangan sampai ada benturan antara kompetisi. Liga Jakarta Piala Gubernur, Piala TopSkor, dan kompetisi lainnya sebaiknya saling bekerja sama. Dari sinilah sebenarnya cikal bakal lahirnya pemain-pemain Tim Nasional Indonesia,” katanya.

Maman mengenang masa ketika dirinya masih menjadi pemain muda. Saat itu, berbagai kompetisi di daerah berlangsung secara rutin sehingga para pemain memiliki kesempatan bertanding lebih banyak dan berkembang lebih cepat.

“Dulu di daerah seperti Bekasi ada kompetisi yang berjalan secara berkala, sekitar enam bulan sekali. Kami jadi sering bertanding. Semakin banyak ikut kompetisi, semakin cepat perkembangan pemain,” ujarnya.

Menurut Maman, pengalaman bertanding merupakan modal utama dalam membentuk pemain berkualitas. Karena itu, keberlangsungan kompetisi usia muda harus menjadi perhatian semua pihak, baik pemerintah, asosiasi sepak bola, maupun penyelenggara turnamen.

Ia pun berharap Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur tidak berhenti sebagai kompetisi tingkat ibu kota. Setelah sukses memasuki tahun kedua, ajang tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kompetisi regional yang menjangkau lebih banyak provinsi sehingga semakin banyak talenta muda Indonesia memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka.

“Tahun kedua mungkin masih fokus di Jakarta. Tetapi saya berharap pada tahun ketiga bisa berkembang seperti Liga TopSkor yang menjangkau wilayah lebih luas. Semakin banyak daerah yang terlibat, semakin banyak pula pemain muda berbakat yang mendapat kesempatan menunjukkan kemampuannya,” tutur Maman.

Bagi Maman, kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan merupakan fondasi penting bagi masa depan sepak bola nasional. Dari ajang-ajang seperti inilah bibit-bibit terbaik Indonesia dapat ditemukan, dibina, dan dipersiapkan untuk memperkuat Tim Nasional pada masa mendatang.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan