banner 728x250

Dari Bayi Tabung hingga Perpisahan, Baby Udon Mengabadikan Cinta Fanny dan Hajime

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA -|Ada cinta yang tumbuh dari pertemuan dua manusia. Ada pula cinta yang justru menemukan bentuk paling dalam ketika salah satunya harus pergi. Kisah semacam itulah yang hendak dihadirkan Baby Udon, film drama terbaru produksi Sumargo Films berkolaborasi dengan LYTO Pictures.

Official trailer dan poster film tersebut diperkenalkan pada Senin (3/8/2026) di Senayan City XXI, Jakarta. Bagi Sumargo Films, film ini sekaligus menjadi debut produksi layar lebar yang membawa cerita nyata ke dalam ruang sinema.

banner 325x300

Baby Udon bukan sepenuhnya kisah rekaan. Film ini berangkat dari perjalanan hidup content creator Fanny Kondoh dan mendiang suaminya, Hajime Kondoh, pria asal Jepang. Kisah keduanya pernah mengundang perhatian luas di media sosial, terutama ketika mereka berbagi perjuangan untuk memiliki buah hati melalui program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF).

Harapan itu akhirnya menemukan wujud. Namun, ketika kebahagiaan semestinya dirayakan, kehidupan justru menghadapkan keduanya pada ujian lain. Hajime didiagnosis mengidap kanker.

Perjalanan mendapatkan buah hati pun berubah menjadi perjalanan menghadapi kehilangan. Setelah Hajime meninggal dunia, Fanny meneruskan hidup bersama anak mereka, KazKaz, yang selama ini dikenal dengan panggilan Baby Udon.

Di tangan sutradara Fajar Bustomi, kisah tersebut kemudian dipindahkan dari layar kecil media sosial ke layar lebar. Caitlin Halderman memerankan Fanny, sedangkan Denny Sumargo menghidupkan sosok Hajime.

Trailer yang diputar perdana memperlihatkan perubahan suasana yang perlahan namun terasa. Dari dua orang yang merawat harapan untuk memiliki anak, penonton dibawa pada kenyataan ketika penyakit datang dan mengubah arah kehidupan mereka.

Chemistry Caitlin dan Denny menjadi salah satu kekuatan yang terasa sejak trailer pertama. Kehangatan hubungan Fanny dan Hajime dibangun beriringan dengan kecemasan yang semakin membesar. Pada titik tertentu, kisah tentang perjuangan memiliki anak menjelma menjadi kisah tentang bagaimana seseorang belajar mencintai, kehilangan, lalu meneruskan kehidupan.

Bagi Fanny, menyaksikan kembali kisah hidupnya dalam bentuk film bukan perkara sederhana.

Dalam peluncuran trailer dan poster, ia hadir bersama KazKaz. Poster film itu sendiri terinspirasi dari foto asli Fanny bersama Hajime ketika putra mereka lahir.

“Awalnya aku kira aku bisa kuat ketika datang ke lokasi syuting, tapi setelah melihat Caitlin dan Densu memerankan ceritaku dan suamiku, aku tidak bisa tahan tangis. Aku melihat sosok suamiku di Densu,” kata Fanny dengan suara bergetar.

Tangis itu barangkali bukan hanya tentang kesedihan. Ada ingatan yang kembali, tentang seseorang yang pernah hadir dalam perjalanan panjang menuju kelahiran seorang anak.

Bagi Denny Sumargo, memerankan Hajime juga bukan sekadar pekerjaan akting. Sebagai salah satu produser film di bawah Sumargo Films, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan kisah tersebut kepada lebih banyak orang.

“Dari awal saya mendengar kisah Fanny, saya tahu kisah ini penting untuk diketahui banyak orang. Saya merasa sangat terhormat bisa memerankan sosok Hajime yang saya kagumi,” ujar Denny.

Film ini turut melibatkan produser eksekutif Andi Suryanto, produser Marcella Daryanani, Olivia Sumargo, dan Denny Sumargo. Skenario ditulis Oka Aurora.

Sejumlah pemain lain turut mengisi cerita, antara lain Vonny Anggraini sebagai Retno, Naufal Samudra sebagai Tony, Ayya Renita sebagai Susi, Putri Ayudya sebagai dr. Shinta, Royhan Hidayat sebagai Teddy, Miyu Okazaki sebagai Yumiko, dan Hiroaki Kato sebagai Hiro.

Pada akhirnya, Baby Udon mungkin bukan hanya film tentang bayi yang dinanti. Ia adalah cerita tentang dua manusia yang pernah menggantungkan harapan pada satu kehidupan baru, kemudian harus menerima bahwa cinta terkadang hadir dalam bentuk yang tak pernah direncanakan.

Ada kelahiran, ada kehilangan. Ada perpisahan, tetapi juga ada kehidupan yang harus diteruskan.

Dan di sanalah cinta Fanny kepada Hajime menemukan bentuk lain: bukan lagi tentang menggenggam seseorang yang dicintai, melainkan menjaga kenangan sembari membesarkan buah cinta yang mereka perjuangkan bersama.

Baby Udon dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 3 September 2026. Barangkali, sejak trailer pertamanya diputar, film ini sudah memberi satu pesan sederhana: beberapa kisah cinta memang tidak selesai ketika seseorang pergi. Ia justru tinggal lebih lama, melalui kenangan dan kehidupan yang ditinggalkan.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan