🎬Film tak lagi sekadar menjadi ruang hiburan. Di tangan para sineas, layar lebar juga dapat menjadi medium penyadaran sosial. Itulah semangat yang dibawa film “Jagoan Kampoeng”, yang mengangkat persoalan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) melalui kisah yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Intimate.co.id|JAKARTA-| Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya human trafficking atau tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya diwujudkan lewat sinergi antara insan perfilman nasional dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) yang memanfaatkan film sebagai media edukasi publik.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara sutradara film “Jagoan Kampoeng”, Lutfi Anas, Ketua Umum Perkumpulan Tenaga Ahli Televisi dan Film Indonesia (PATFI) Adisurya Abdy, serta Masdjo Arifin dari Budayantara Media dengan jajaran Kementerian P2MI, Rabu (8/7/2026).
Rombongan diterima Tenaga Ahli Utama Kementerian P2MI Egi Massadiah bersama Husni. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dengan pembahasan mengenai pentingnya kolaborasi membangun kesadaran publik tentang perlindungan pekerja migran Indonesia serta pencegahan perdagangan manusia.
Dalam kesempatan tersebut, Lutfi Anas memperkenalkan film “Jagoan Kampoeng” yang dijadwalkan tayang pada November 2026. Film drama itu mengangkat realitas human trafficking melalui pendekatan cerita yang membumi dan dekat dengan keseharian masyarakat.
“Film ini bukan hanya untuk menghibur, tetapi menjadi media edukasi yang menyentuh hati. Kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa human trafficking bukan cerita yang jauh dari kehidupan kita. Kejahatan ini bisa terjadi di lingkungan sekitar, bahkan menimpa orang-orang terdekat. Melalui Jagoan Kampoeng, kami berharap masyarakat lebih waspada, berani melapor, dan bersama-sama melindungi perempuan, anak-anak, calon pekerja migran, serta kelompok rentan lainnya,” ujar Lutfi Anas.
Menurut Lutfi, kekuatan film terletak pada kemampuannya menghadirkan realitas kehidupan secara emosional sehingga pesan-pesan kemanusiaan lebih mudah diterima oleh masyarakat dibandingkan penyampaian informasi secara formal.
Pertemuan tersebut juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, insan perfilman, organisasi profesi, dan media dalam memperkuat kampanye pencegahan TPPO. Edukasi melalui karya kreatif dinilai mampu menjangkau masyarakat lebih luas sekaligus mendukung upaya pemerintah melindungi pekerja migran Indonesia.
Melalui kerja sama yang berkelanjutan, “Jagoan Kampoeng” diharapkan tak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap bahaya perdagangan manusia dan ikut berperan dalam memutus mata rantai kejahatan tersebut. Dengan demikian, film ini diharapkan menjadi bagian dari gerakan bersama mewujudkan Indonesia yang lebih aman, bermartabat, dan berkeadilan.
Penulis : DaBon| Editor : Kelana Peterson
kontributor : Intimate.co.id


















