banner 728x250

Film Foufo Angkat Kearifan Lokal Madura, Menteri Ekraf: Cerita Daerah Punya Potensi Ekonomi Besar

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA– Film Foufo garapan SKAK Studios dan SinemArt mendapat apresiasi dari Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. Film yang mengangkat kearifan lokal Madura itu dinilai menjadi contoh bagaimana budaya daerah dapat berkembang menjadi karya kreatif bernilai ekonomi.

Apresiasi tersebut disampaikan Teuku Riefky saat menghadiri gala premiere Foufo di Epicentrum XXI, Jakarta, Jumat (3/7/2026). Menurutnya, komitmen Bayu Skak bersama SKAK Studios membuktikan bahwa cerita yang lahir dari daerah mampu tampil menarik sekaligus memiliki daya saing di industri perfilman nasional.

banner 325x300

“Tahun lalu Mas Bayu datang ke Kementerian Ekraf untuk memperkenalkan Foufo. Hari ini komitmen itu telah terwujud menjadi sebuah karya yang siap dinikmati masyarakat. Ini membuktikan bahwa cerita dari daerah mampu menjadi tontonan yang menarik sekaligus memiliki potensi ekonomi,” ujar Teuku Riefky.

Kementerian Ekraf telah mendampingi pengembangan Foufo sejak tahap awal melalui berbagai audiensi dan pembahasan kolaborasi strategis. Dukungan tersebut mencakup penguatan Intellectual Property (IP), perluasan jejaring, hingga promosi film agar menjangkau publik yang lebih luas.

Film ini juga menjadi ruang bagi talenta lokal. Sekitar 90 persen pemain dan kru berasal dari daerah, sebagian besar merupakan wajah baru. Selain itu, pengembangan karakter Foufo melibatkan 120 animator dari Hompimpa Animworks Surabaya.

Bagi Teuku Riefky, Foufo menunjukkan bahwa budaya tidak hanya layak dilestarikan, tetapi juga dapat diolah menjadi produk ekonomi kreatif melalui inovasi dan teknologi. Ia berharap semakin banyak sineas Indonesia yang berani mengangkat kekayaan budaya lokal sebagai identitas karya mereka.

Sementara itu, sutradara sekaligus Founder SKAK Studios, Bayu Skak, mengaku dukungan Kementerian Ekraf sangat membantu proses produksi, termasuk membuka akses kolaborasi dan fasilitasi di berbagai daerah.

“Visi Kementerian Ekraf membangun ekonomi kreatif dari daerah sangat selaras dengan apa yang kami lakukan melalui Foufo. Kami ingin membuktikan bahwa talenta di daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan berkembang di industri perfilman Indonesia,” kata Bayu.

Tak hanya hadir sebagai film layar lebar, Foufo juga dipersiapkan sebagai IP yang akan dikembangkan melalui berbagai produk merchandise dan aktivasi kreatif lainnya. Film yang didominasi dialog berbahasa Madura itu dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 9 Juli 2026.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan