banner 728x250

Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur: Nawasena dan Bina Taruna Berbagi Angka, Duel Terbuka Berakhir Tanpa Gol

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA – Pertandingan antara Nawasena melawan Bina Taruna pada lanjutan Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 berlangsung sengit di Lapangan Sintetis 2 PSF Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (5/7). Meski kedua tim sama-sama tampil menyerang sepanjang laga, pertandingan harus ditutup dengan skor kacamata 0-0.

Sejak peluit awal dibunyikan wasit Iwan, kedua kesebelasan memilih bermain terbuka. Baik Nawasena maupun Bina Taruna silih berganti membangun serangan dan menciptakan peluang. Namun, penyelesaian akhir yang belum maksimal membuat gol tak kunjung tercipta hingga pertandingan usai.

banner 325x300

Laga juga diwarnai tiga kartu kuning. Wasit mengganjar dua pemain Bina Taruna, yakni kapten Yefta Depri Zakharia (12) pada menit ke-50 dan Al Hasby Forlan Fahroji (25) pada menit ke-67. Sementara dari kubu Nawasena, Diego Arapenta Lesmana (24) menerima kartu kuning pada menit ke-50.

Bina Taruna yang dimanajeri Elga Renaldi dan ditangani pelatih Arwan Dadi sebenarnya beberapa kali memperoleh peluang emas, termasuk situasi satu lawan satu dengan penjaga gawang. Namun seluruh peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol.

Sebagai Pelatih Arwan Dadi, mengakui hasil imbang ini menjadi bahan evaluasi bagi timnya, terutama dalam penyelesaian akhir.

“Permainan berlangsung terbuka dan kedua tim sama-sama bermain ofensif. Kami sebenarnya memiliki beberapa peluang seratus persen, tetapi penyelesaian akhirnya masih menjadi pekerjaan rumah. Evaluasi utama kami adalah finishing,” ujarnya.

Arwan juga menilai para pemain terlalu bernafsu mencetak gol sehingga melupakan proses membangun serangan sesuai instruksi yang telah disiapkan.

“Anak-anak punya semangat besar untuk menang, tetapi terkadang terlalu terburu-buru sehingga struktur permainan tidak berjalan maksimal. Saya selalu mengingatkan bahwa gol akan datang jika proses bermain dilakukan dengan benar. Menang dan kalah adalah bagian dari pembinaan, yang terpenting mereka memahami cara bermain yang kami inginkan,” katanya.

Di kubu Nawasena, tim yang dikelola Manajer Inyong dengan Head Coach Joni Herwanto serta Asisten Pelatih Parlindungan juga mengakui masih memiliki pekerjaan rumah dalam penyelesaian akhir.

Menurut tim pelatih Nawasena, pola permainan 4-3-3 yang diterapkan sudah berjalan cukup baik. Namun sejumlah peluang emas belum mampu dimaksimalkan menjadi gol.

“Hasil ini menjadi evaluasi bagi kami. Finishing masih menjadi PR terbesar dan mudah-mudahan pada pertandingan berikutnya bisa diperbaiki,” ujar pelatih Nawasena Joni Herwanto.

Tambahan satu poin membuat kedua tim harus bekerja lebih keras pada pertandingan selanjutnya demi menjaga peluang bersaing di papan klasemen Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026.|Foto : Prass.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan