Intimate.co.id— Pergantian kepemimpinan di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dari Irjen Pol Agus Suryonugroho kepada Irjen Pol Wibowo mendapat perhatian dari Indonesia Police Watch (IPW). Lembaga pemantau kepolisian tersebut memberikan apresiasi atas berbagai capaian yang dinilai berhasil diwujudkan Irjen Agus selama memimpin Korlantas Polri.
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso menilai kepemimpinan Irjen Agus membawa perubahan nyata pada wajah pelayanan lalu lintas yang semakin humanis, modern, dan berorientasi kepada masyarakat. Menurutnya, berbagai inovasi yang dijalankan turut berkontribusi meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
“Di bawah kepemimpinannya, wajah pelayanan lalu lintas Polri menunjukkan perubahan yang signifikan dan turut berkontribusi dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” ujar Sugeng dalam keterangannya, Sabtu (4/7/)
IPW mencatat pendekatan pelayanan yang mengedepankan komunikasi dengan masyarakat menjadi salah satu kekuatan kepemimpinan Irjen Agus. Program Polantas Menyapa dan Melayani dinilai mampu membangun hubungan yang lebih baik antara petugas dan pengguna jalan, sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk komunitas pengemudi ojek online.
Di sisi lain, transformasi digital melalui penerapan ETLE Nasional Presisi dan berbagai layanan berbasis teknologi dinilai berhasil mendorong sistem penegakan hukum lalu lintas yang lebih transparan, profesional, dan akuntabel. Penegakan hukum pun diarahkan tidak lagi berorientasi pada penindakan semata, melainkan lebih mengedepankan edukasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Sugeng, berbagai langkah tersebut turut mendukung meningkatnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap Polri. IPW mengaitkan capaian itu dengan hasil survei Kompas yang mencatat tingkat kepuasan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen.
Program “Senyum Polantas adalah Marka Utama” juga disebut berhasil mengubah persepsi masyarakat terhadap polisi lalu lintas. Kehadiran personel Polantas yang sebelumnya kerap dipandang sebagai sosok penindak, kini lebih dikenal sebagai pelayan masyarakat yang hadir untuk memberikan rasa aman, membantu, sekaligus melayani pengguna jalan.
Dalam bidang operasional, IPW turut memberikan apresiasi atas keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat 2025 dan Operasi Ketupat 2026. Di tengah tingginya volume arus mudik dan arus balik yang disebut sebagai salah satu yang terbesar sepanjang sejarah, operasi berjalan relatif lancar serta mampu menekan kemacetan dan gangguan lalu lintas secara signifikan.
Keberhasilan serupa juga terlihat pada pelaksanaan Operasi Lilin Natal dan Tahun Baru 2025–2026. Berdasarkan catatan IPW, angka kecelakaan lalu lintas berhasil ditekan sekitar 7 persen, sementara jumlah korban meninggal dunia turun hingga 27,12 persen. Capaian tersebut dinilai mencerminkan efektivitas strategi pengamanan, rekayasa lalu lintas, dan pendekatan pelayanan yang diterapkan Korlantas Polri.
IPW berharap berbagai inovasi, budaya pelayanan yang humanis, transformasi digital, serta profesionalisme yang telah dibangun selama kepemimpinan Irjen Agus Suryonugroho dapat terus dilanjutkan oleh Kakorlantas Polri yang baru, Irjen Pol Wibowo.
Dengan kesinambungan tersebut, IPW optimistis kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya Korps Lalu Lintas, akan terus meningkat melalui pelayanan yang semakin modern, transparan, profesional, dan berorientasi pada kepentingan publik.|Foto : Istimewa.
Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson
Kontributor : Intimate.co.id


















