banner 728x250

Reza Arap Debut Jadi Sutradara, Boyong Geng Marapthon ke Film Harusnya Horror

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA -| Reza Oktovian atau Reza Arap resmi memulai langkah baru di industri perfilman Indonesia. Kreator konten yang dikenal lewat YouTube itu menjalani debut sebagai sutradara melalui film komedi horor Harusnya Horror, yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 20 Agustus 2026.

Tak hanya duduk di kursi sutradara, Reza juga menjadi pemeran utama sebagai Mas, sosok hantu penggemar anime yang terpaksa bekerja sama dengan sekelompok kreator konten yang tengah mengalami krisis ide sekaligus masalah keuangan. Premis tersebut memadukan unsur horor dan komedi dalam satu cerita.

banner 325x300

Film produksi Ess Jay Pictures ini sekaligus menjadi debut layar lebar bagi sembilan anggota Geng Marapthon. Mereka adalah Tierison (Jot), Garry Ang, Yukatheo, Aldy Renaldy (Aloy), Bravyson, Niko Junius, Ariyanto (Ibot), dan Teguh Prakoso (Tepe), yang sebelumnya dikenal sebagai kreator digital.

Menurut Reza, kesempatan menyutradarai sekaligus membawa rekan-rekannya ke dunia perfilman menjadi pengalaman yang berharga. Ia mengaku memanfaatkan kepercayaan yang diberikan rumah produksi untuk menghadirkan karya terbaik.

Untuk mendukung penampilan para pemain yang mayoritas baru pertama kali berakting, Ess Jay Pictures memberikan kelas akting serta pendampingan dari acting coach selama masa persiapan produksi.

Produser Jimmy Lalwani mengatakan, keputusan menggandeng Reza Arap dan Marapthon merupakan upaya menghadirkan sesuatu yang segar di perfilman Indonesia. Meski belum memiliki pengalaman akting, para pemain dinilai mampu menjawab tantangan melalui persiapan yang matang.

Selain Reza Arap dan para anggota Marapthon, Harusnya Horror juga dibintangi Ronny P. Tjandra, Malka Rafasya, serta penampilan spesial Yoshua Marcellos (Cellos). Film ini turut menghadirkan penampilan mendiang Lula Lahfah yang dikenang seluruh tim produksi atas dedikasinya selama proses syuting.

Diproduseri David Suwarto, Sridhar Jetty, dan Jimmy Lalwani, Harusnya Horror diharapkan menjadi warna baru dalam tren kreator digital yang merambah industri perfilman Indonesia.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan