banner 728x250

Kemenag Perluas Akses Pendidikan Tinggi Santri, Ratusan Kuliah di PTN Favorit hingga Ma’had Aly

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA -| Pemerintah terus memperkuat akses pendidikan tinggi bagi kalangan santri melalui program beasiswa kolaborasi Kementerian Agama (Kemenag) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sejak 2023, sebanyak 2.271 santri telah menerima beasiswa untuk melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN), perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI), hingga Ma’had Aly di berbagai daerah.

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Kemenag, Ruchman Basori, mengatakan program ini merupakan bentuk afirmasi pemerintah agar santri memiliki kesempatan yang sama mengenyam pendidikan tinggi berkualitas.

banner 325x300

“Sejak 2023, ada 2.271 santri penerima beasiswa. Sebanyak 90 orang di antaranya telah menyelesaikan studi,” ujar Ruchman di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Beasiswa Kemenag-LPDP mencakup pembiayaan pendidikan, mulai dari biaya pendaftaran, matrikulasi, uang kuliah tunggal hingga pendidikan profesi. Selain itu, penerima juga memperoleh biaya penunjang berupa biaya hidup dan dukungan penelitian selama menempuh pendidikan.

Para penerima beasiswa tersebar di sejumlah PTN ternama seperti Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Universitas Negeri Semarang. Sementara di lingkungan PTKI, santri melanjutkan studi di berbagai UIN, di antaranya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Walisongo Semarang, UIN Alauddin Makassar, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, serta UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Selain di perguruan tinggi umum dan keagamaan, sebanyak 410 santri juga memperoleh beasiswa untuk menempuh pendidikan di Ma’had Aly, lembaga pendidikan tinggi berbasis pesantren.

Direktur Pesantren Kemenag, Basnang Said, menilai Ma’had Aly memiliki peran penting dalam mencetak kader ulama yang tidak hanya menguasai khazanah keislaman, tetapi juga mampu menjawab tantangan dan dinamika masyarakat modern. Karena itu, sembilan Ma’had Aly mitra penerima program diharapkan menjadi model pengembangan pendidikan tinggi pesantren yang mengedepankan budaya mutu dan tata kelola akademik yang baik.

Kesembilan Ma’had Aly tersebut berada di Cirebon, Jombang, Situbondo, Wajo, Jakarta Barat, Pati, Kota Kediri, Bireuen, dan Pacitan. Program ini diharapkan semakin memperluas kesempatan santri untuk mengembangkan kompetensi akademik sekaligus memperkuat kontribusi pesantren dalam mencetak sumber daya manusia unggul bagi Indonesia.|Foto : Istimewa.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan