banner 728x250

JEFF 2026 Dorong Budaya Minim Sampah, Balai Kota Jadi Ruang Edukasi Lingkungan

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA — Jakarta Eco Future Festival (JEFF) 2026 yang berlangsung pada 3–4 Juli di Balai Kota DKI Jakarta hadir tidak hanya sebagai ajang perayaan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik tentang pentingnya penyelenggaraan kegiatan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Mengusung tema “Aksi Nyata, Dampak Terasa”, festival ini menerapkan konsep Less Waste Event atau kegiatan minim sampah. Seluruh rangkaian acara dirancang untuk mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya melalui pengurangan penggunaan barang sekali pakai, pemilahan sampah, hingga penerapan sistem wadah guna ulang.

banner 325x300

Konsep tersebut mengacu pada pedoman penyelenggaraan kegiatan minim sampah yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Pedoman ini menjadi acuan agar seluruh proses penyelenggaraan berjalan sesuai prinsip keberlanjutan dan dapat menjadi model bagi berbagai kegiatan publik lainnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, mengatakan penerapan Less Waste Event merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadirkan acara publik yang tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Menurut Dudi, pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Keberhasilan sebuah festival ramah lingkungan juga ditentukan oleh keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pengunjung, pelaku usaha, komunitas, hingga petugas di lapangan.

Untuk mendukung upaya tersebut, panitia menyediakan 13 titik tempat sampah terpilah yang terdiri atas sampah organik, anorganik, dan residu. Petugas dari Pramuka Saka Kalpataru juga diterjunkan untuk mendampingi sekaligus mengedukasi pengunjung mengenai cara memilah sampah sejak dari sumbernya.

Sampah organik selanjutnya akan diolah menjadi kompos dan pakan maggot oleh Satpel Lingkungan Hidup Gambir. Sementara itu, sampah anorganik dikumpulkan melalui Waste Station Balai Kota, sedangkan sampah residu akan diangkut menuju TPST Bantargebang.

Selain pengelolaan sampah, JEFF 2026 juga menerapkan Protokol Guna Ulang bekerja sama dengan Dietplastik Indonesia. Melalui sistem ini, tenant makanan dan minuman menggunakan wadah yang dapat dipakai berulang kali untuk mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai.

Panitia juga menyediakan titik pengembalian wadah di berbagai lokasi festival. Setelah digunakan, wadah akan dikumpulkan, dicuci di fasilitas khusus, kemudian didistribusikan kembali kepada tenant untuk digunakan kembali.

Dudi berharap praktik baik yang diterapkan dalam JEFF 2026 dapat menginspirasi penyelenggaraan berbagai kegiatan publik di Jakarta sehingga budaya memilah sampah dan menggunakan kembali kemasan dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat.

Selain mengangkat isu pengelolaan sampah, JEFF 2026 menghadirkan beragam agenda edukatif, di antaranya peluncuran Early Warning System (EWS) pada situs Udara Jakarta, penyerahan Piagam Rekor MURI untuk pembuatan eco enzyme secara serentak, peresmian reaktivasi Waste Station Balai Kota, forum diskusi lingkungan, pameran, career talk, pemutaran film pendek, hingga lokakarya kreatif bertema lingkungan.

Festival ini juga menghadirkan berbagai kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti pameran “Bukan Tentang Sampah”, talk show “Merawat Jakarta, Mulai dari Langkah Kita”, pemutaran film pendek “Harun Namanya”, lokakarya pengelolaan kemasan bekas skincare, pembuatan aksesori dari limbah plastik, pelatihan membuat pembalut kain guna ulang, serta kegiatan menggambar bertema masa depan Jakarta bagi anak-anak.|Sumber Dinas Kominfotik

Penulis : DaBon| Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan