banner 728x250

Fadli Zon Buka Peluang Kolaborasi dengan MUI, Dorong Pengembangan Budaya Islam Lewat Film hingga Ensiklopedia

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA — Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai lembaga, institusi, dan komunitas dalam upaya memajukan kebudayaan Indonesia, termasuk bersama Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Komitmen tersebut disampaikan saat menerima jajaran Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam MUI di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Pertemuan itu membahas berbagai peluang kerja sama, termasuk rencana penyelenggaraan Pra-Kongres Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) bertajuk Arah Baru Budaya Islam Indonesia: Budaya Islam sebagai Kekuatan Dakwah, Akar Persatuan, dan Kemajuan Bangsa.

banner 325x300

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Maestro Summit itu dijadwalkan berlangsung pada 18–19 Juli 2026 di Pondok Pesantren Daar El-Qolam, Balaraja, Tangerang, dengan mempertemukan seniman, budayawan, ulama, dan tokoh kebudayaan Islam.

Dalam pertemuan tersebut, Fadli Zon menjelaskan bahwa pelestarian budaya Islam telah menjadi bagian dari berbagai program Kementerian Kebudayaan, baik melalui perlindungan warisan budaya benda maupun budaya takbenda.

Ia mencontohkan dukungan terhadap pelestarian masjid-masjid bersejarah yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya, serta pelindungan berbagai ekspresi budaya Islam yang tumbuh melalui proses akulturasi dengan tradisi Nusantara.

Di bidang perfilman, Fadli menyebut Santri Film Festival sebagai salah satu program strategis yang kini masuk dalam prioritas Dana Indonesiaraya.

Menurutnya, festival tersebut menjadi ruang bagi talenta kreatif dari lingkungan pesantren untuk mengangkat kisah, ajaran, dakwah, hingga kehidupan pesantren melalui medium film.

Selain perfilman, Kementerian Kebudayaan juga membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan seni bernuansa Islami, termasuk musik kasidah dan berbagai bentuk seni budaya lainnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Seni Budaya MUI Erick Yusuf menyampaikan harapan agar dalam penyelenggaraan Maestro Summit dapat dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kebudayaan dan MUI sebagai dasar penguatan sinergi program ke depan.

MUI juga mengundang Fadli Zon untuk menyampaikan pidato peradaban yang akan menjadi bagian dari penyusunan manifesto peradaban Islam Indonesia.

Selain itu, MUI mengusulkan sejumlah program kolaboratif, antara lain pengembangan Festival Film Santri, penelitian dan penulisan sejarah Islam Indonesia, pengembangan seni musik Islami, lomba cipta lagu anak, hingga penyusunan ensiklopedia budaya Islam.

Dalam bidang dokumentasi, Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam MUI telah menyusun tujuh jilid Ensiklopedi Budaya Islam Indonesia dan berencana melanjutkan penyusunan Sejarah Umat Islam Indonesia serta Ensiklopedi Seni Budaya Islam Indonesia yang akan mendokumentasikan sekitar 500 unsur budaya Islam dari berbagai daerah.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Fadli Zon mengatakan Kementerian Kebudayaan memiliki mekanisme pendanaan melalui Dana Indonesiaraya yang dapat dimanfaatkan oleh komunitas, lembaga, maupun organisasi kebudayaan.

Ia mempersilakan MUI mengajukan proposal sesuai mekanisme yang berlaku, termasuk untuk program penulisan sejarah, penyusunan ensiklopedia, dan berbagai kegiatan pemajuan kebudayaan lainnya.

Kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan dan Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam MUI diharapkan dapat memperkuat pelestarian, pengembangan, serta pemanfaatan budaya Islam sebagai bagian dari upaya memajukan kebudayaan Indonesia dan memperluas partisipasi masyarakat dalam menjaga warisan budaya bangsa.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan