banner 728x250

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Penguatan Ekonomi Kreatif Nasional

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 Sektor Ekonomi Kreatif sebagai upaya memperkuat basis data nasional yang akan menjadi landasan penyusunan kebijakan ekonomi kreatif yang lebih tepat sasaran.

Pencanangan berlangsung di Jakarta, Senin (29/6/2026), ditandai dengan penandatanganan vinil oleh Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

banner 325x300

Dalam kesempatan tersebut, Muhaimin menegaskan bahwa data merupakan infrastruktur strategis yang menentukan kualitas pembangunan nasional. Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan Indonesia karena menghasilkan informasi yang dibutuhkan pemerintah maupun berbagai pemangku kepentingan.

“Data yang akurat akan melahirkan kebijakan yang tepat, membuka ruang-ruang baru bagi percepatan ekonomi kreatif serta menjadi bekal menuju Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera,” ujar Muhaimin.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk memetakan potensi ekonomi kreatif Indonesia secara lebih komprehensif. Dengan data yang semakin lengkap, pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, hingga kalangan akademisi diharapkan dapat berkolaborasi lebih efektif dalam menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia mengungkapkan, berdasarkan Statistik Ekonomi Kreatif 2025 yang dirilis BPS, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif mencapai Rp1.757,87 triliun pada 2025 dengan pertumbuhan sebesar 6,86 persen. Angka tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,11 persen. Selain itu, sektor ekonomi kreatif juga mampu menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja atau 18,7 persen dari total tenaga kerja nasional.

“Sejak awal kami meyakini bahwa data subsektor ekonomi kreatif sangat penting. Data inilah yang menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan sekaligus menjadi referensi bagi asosiasi dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia,” kata Teuku Riefky.

Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menekankan pentingnya partisipasi aktif para pelaku ekonomi kreatif dalam menyukseskan sensus. Menurutnya, kualitas data sangat bergantung pada keterbukaan responden dalam memberikan informasi yang benar.

“Sensus ekonomi ibarat rekam medis perekonomian Indonesia. Ketika kita memiliki data yang lengkap dan akurat, maka kebijakan yang dihasilkan akan semakin tepat sasaran. Karena itu, kami mengajak seluruh pegiat usaha memberikan informasi yang benar. Tidak perlu khawatir, kerahasiaan data dijamin sesuai peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan Statistik Ekonomi Kreatif 2025 serta sosialisasi dan pengisian kuesioner Sensus Ekonomi 2026 secara bersama-sama oleh perwakilan asosiasi dari berbagai subsektor ekonomi kreatif. Kolaborasi antara Kementerian Ekraf dan BPS diharapkan mampu menghasilkan basis data yang lebih akurat untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan