banner 728x250

AI Jadi Kunci Produktivitas, Kementerian Ekraf Cetak Talenta Digital Lewat BDT 2026

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia kreatif di era transformasi digital. Salah satunya melalui Workshop Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026 yang digelar bekerja sama dengan Dicoding Indonesia, Sabtu (27/6/2026).

Mengusung tema “Productivity with AI: Menguasai Teknik Prompting untuk Transformasi Alur Kerja Produktif”, kegiatan ini diikuti 100 peserta terbaik yang telah menyelesaikan kelas AI Praktis untuk Produktivitas dalam Program BDT 2026. Mereka dibekali kemampuan memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI), khususnya teknik prompting, untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan solusi kreatif bernilai ekonomi.

banner 325x300

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf, Muhammad Neil El Himam, mengatakan penguatan talenta digital menjadi fondasi penting dalam menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.

“Di tengah percepatan transformasi digital, Indonesia membutuhkan lebih banyak individu yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan menciptakan nilai tambah melalui teknologi. Melalui Program Badan Ekraf Digital Talent 2026, kami ingin memperluas akses masyarakat terhadap kompetensi masa depan sehingga lahir semakin banyak talenta yang mampu menghasilkan karya, membuka peluang usaha, dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Menurut Neil, AI tidak lagi sekadar menjadi teknologi pendukung, tetapi telah membuka peluang baru bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mempercepat proses kerja, meningkatkan efisiensi, hingga melahirkan inovasi. Namun, pemanfaatannya harus dibarengi kemampuan praktis agar teknologi tersebut dapat digunakan secara efektif dan bertanggung jawab.

Workshop BDT 2026 menghadirkan tiga sesi utama, yakni penerapan AI di berbagai sektor, optimalisasi AI untuk mendukung pekerjaan, serta praktik langsung menciptakan karya berbasis AI. Pada sesi akhir, peserta berkolaborasi mengembangkan solusi berbasis AI yang dipresentasikan melalui showcase.

CEO Dicoding Indonesia, Narenda Wicaksono, menilai kemampuan memanfaatkan AI secara optimal telah menjadi kompetensi penting di berbagai profesi.

“AI bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan alat produktivitas yang sudah digunakan para profesional saat ini. Tantangan terbesar bukan lagi apakah kita akan menggunakan AI, melainkan bagaimana memanfaatkannya secara efektif, bertanggung jawab, dan menghasilkan dampak nyata,” katanya.

Pandangan tersebut diperkuat hasil survei Indonesia Developer Outlook (IDO) 2026 yang melibatkan lebih dari 3.100 talenta digital Indonesia. Sebanyak sembilan dari sepuluh pengembang profesional mengaku produktivitas mereka meningkat antara 20 hingga lebih dari 50 persen setelah memanfaatkan AI generatif dalam alur kerja.

Direktur Aplikasi Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf, Tri Wahyudi, mengatakan tingginya antusiasme peserta menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap pelatihan teknologi yang aplikatif dan sesuai kebutuhan industri.

“Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai AI, tetapi juga kesempatan mengembangkan solusi yang dapat diterapkan dalam pekerjaan maupun aktivitas sehari-hari. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal untuk terus berkembang dan mempercepat adopsi teknologi di berbagai sektor,” ujarnya.

Melalui kolaborasi dengan Dicoding Indonesia, Kementerian Ekraf berharap semakin banyak talenta digital Indonesia mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperkuat kreativitas, menciptakan inovasi, serta menghadirkan karya bernilai tambah yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan