Intimate.co.id|JAKARTA – Kecintaan terhadap karya-karya Ebiet G. Ade tak hanya bertahan melalui lagu-lagu yang menemani perjalanan lintas generasi. Kecintaan itu juga tumbuh menjadi ikatan persaudaraan yang terus dirawat para penggemarnya, seperti yang ditunjukkan Members Ebiet G. Ade (EGA) PIC Jakarta saat merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-7 di Sava Kuphi, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (18/10/2026).
Perayaan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus merawat kebersamaan yang telah terjalin selama tujuh tahun. Bagi para anggota, menggemari Ebiet G. Ade bukan sekadar menikmati musik, melainkan juga berbagi nilai-nilai kehidupan yang tersirat dalam lagu-lagunya.
Ketua PIC Jakarta, Titi Widya, memandang perjalanan tujuh tahun komunitas ini sebagai bagian dari upaya menjaga persaudaraan di antara sesama pencinta karya Ebiet G. Ade.
Menurut Titi, kebersamaan menjadi salah satu kekuatan komunitas. Melalui pertemuan dan kegiatan bersama, para anggota dapat terus menjalin komunikasi, memperluas persahabatan, serta menjaga kecintaan terhadap karya-karya sang penyanyi. (sang maestro)
“Bagi kami, Members Ebiet G. Ade bukan sekadar tempat berkumpulnya penggemar. Ada persaudaraan dan silaturahmi yang harus terus dijaga. Semoga di usia yang ketujuh ini, PIC Jakarta semakin solid dan tetap menjadi rumah bagi para pencinta karya-karya Ebiet G. Ade,” ujar Titi Widya.
Dukungan terhadap perjalanan PIC Jakarta juga datang dari Members EGA Pusat. Wakil Sekretaris Jenderal Members EGA Pusat, Danur Umbara, bahkan datang dari Bandung untuk menghadiri perayaan tersebut.
Danur menilai PIC Jakarta memiliki peran penting dalam dinamika komunitas Members EGA. Menurut dia, Jakarta menjadi salah satu simpul kegiatan yang turut menghidupkan kebersamaan para anggota.
“PIC Jakarta termasuk salah satu bagian komunitas yang dinamis. Kegiatannya ramai dan semangat kebersamaannya terasa. Rasanya ada yang kurang kalau tidak hadir dalam kegiatan teman-teman di Jakarta,” kata Danur.

Ia menambahkan, sosok Ebiet G. Ade memiliki tempat tersendiri bagi para penggemarnya, bukan hanya karena karya musiknya, tetapi juga karena kesederhanaan pribadinya yang dinilai dapat menjadi teladan.
Bagi Danur, perjalanan dari Bandung ke Jakarta untuk menghadiri perayaan tersebut merupakan bentuk dukungan sekaligus upaya menjaga hubungan antaranggotanya.
Kehadiran perwakilan pusat itu juga memperlihatkan bahwa ikatan Members EGA tidak berhenti pada batas wilayah. PIC di berbagai daerah memiliki ruang untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman, dan menjaga semangat komunitas.
Nama Ebiet G. Ade sendiri telah lama menempati tempat istimewa dalam perjalanan musik Indonesia. Melalui lagu-lagu yang mengangkat alam, kemanusiaan, kehidupan sosial, hingga perenungan spiritual, Ebiet menghadirkan karya yang dekat dengan pengalaman manusia sehari-hari.
Kekuatan lagu-lagunya terletak pada lirik yang mengajak pendengar merenungkan kehidupan, menghadapi kehilangan, dan memahami berbagai peristiwa dengan lebih mendalam. Tak heran jika karya-karyanya tetap dikenang dan dinikmati oleh generasi yang berbeda.
Memasuki usia ketujuh, Members EGA PIC Jakarta menunjukkan bahwa musik dapat menjadi jembatan yang mempertemukan banyak orang dalam satu ikatan persaudaraan. Di tengah perubahan zaman dan selera musik, kebersamaan menjadi cara para penggemar menjaga warisan musikal Ebiet G. Ade agar tetap hidup, tidak hanya melalui lagu, tetapi juga melalui hubungan antarmanusia.[**]
Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson
Kontributor : Intimate.co.id












