Intimate.co.id|JAKARTA– Setelah meraih Special Mention dalam kompetisi Asian Future di Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-39, Palari Films resmi merilis trailer dan poster film Desember Jani. Film drama keluarga ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 10 Desember 2026.
Berangkat dari kisah sebuah keluarga yang menanti kepulangan anaknya, Desember Jani menghadirkan potret relasi ibu, anak, dan nenek dalam satu rumah. Di balik kehangatan keluarga, tersimpan luka, rasa bersalah, serta percakapan yang tak pernah benar-benar tersampaikan.
Trailer memperkenalkan empat perempuan dari tiga generasi, yakni Oma (Tutie Kirana), Winnie (Sigi Wimala), Julia (Hyori Mika), dan Jani (Chempa Puteri). Ketika Julia meninggalkan rumah tanpa pamit, Jani menyimpan sebuah rahasia yang membuatnya berada di persimpangan: tetap diam demi kakaknya atau mengungkapkan sesuatu kepada sang ibu.
Ketegangan emosional itu juga tergambar dalam poster resmi film. Keempat karakter berada di ruang tamu yang sama, tetapi menghadirkan suasana berbeda. Kehangatan hubungan Jani dan Oma berbanding dengan jarak emosional antara Winnie dan anak sulungnya.
Film ini tidak menawarkan gambaran keluarga sempurna. Sebaliknya, Desember Jani mencoba menangkap kenyataan bahwa sebuah keluarga bisa menyimpan luka masing-masing, tetapi tetap memiliki keinginan untuk saling memahami dan memperbaiki hubungan.
Debut Ariani Darmawan, Kembali ke Rumah Sendiri
Penghargaan di Tokyo menjadi momentum penting bagi para pembuat film. Desember Jani merupakan film panjang pertama Ariani Darmawan sebagai sutradara, debut penulisan skenario panjang Cyntha Hariadi, serta penampilan utama pertama Chempa Puteri. Film ini juga menandai debut film panjang Hyori Mika dan kembalinya Sigi Wimala ke layar lebar setelah hiatus.
Produser Meiske Taurisia menyebut Special Mention Asian Future sebagai apresiasi berharga bagi seluruh tim sekaligus harapan agar film tersebut mendapat tempat di hati penonton Indonesia.
“Harapan kami hanya satu, Desember Jani dirayakan di rumah sendiri dan ditonton oleh para penonton film Indonesia. Dan yang paling penting, memantik berbagai percakapan yang belum selesai dalam keluarga,” ujar Meiske.
Bagi Ariani Darmawan, film ini lebih dari sekadar cerita tentang tiga generasi yang menunggu seorang anak pulang. Di tengah penantian tersebut, masing-masing anggota keluarga perlahan menemukan kembali hubungan satu sama lain.
“Semua orang pasti punya lukanya masing-masing. Bahkan yang paling kecil pun juga sudah memiliki lukanya sendiri,” kata Ariani.
Sutradara yang juga seniman visual dan pendiri Kineruku Bandung itu sebelumnya dikenal melalui karya film pendek dan dokumenter bertema identitas, termasuk Sugiharti Halim yang berkompetisi di Clermont-Ferrand. Desember Jani menjadi refleksi personal Ariani sebagai seorang ibu sekaligus anak.
Sigi Wimala Memerankan Ibu yang Lelah dan Penuh Kekhawatiran
Dalam film ini, Sigi Wimala berperan sebagai Winnie, seorang ibu tunggal yang menjadi tulang punggung keluarga. Di balik tanggung jawabnya menjaga rumah dan membesarkan anak-anak, Winnie menyimpan rasa bersalah sejak Julia pergi.
Bagi Sigi, karakter Winnie menggambarkan bagaimana kelelahan dan kesalahan komunikasi dapat membuat hubungan keluarga semakin rumit, meski perhatian dan kasih sayang sebenarnya tetap ada.
“Sebagai orang tua tunggal, Winnie harus jadi segalanya di rumah. Pulang kerja sudah capek, dan capek itu sering keluar dalam bentuk marah. Bukan karena tidak peduli. Yang sebenarnya ingin dia bilang cuma, ‘Ibu khawatir sama kamu,’” tutur Sigi.
Ia berharap film ini dapat menjadi pengingat bagi para orang tua untuk lebih memahami diri sendiri dan tidak menyerah membangun komunikasi dengan anak.
“Aku berharap orang tua yang menonton bisa sedikit lebih lembut pada diri sendiri. Lelah itu manusiawi, salah bicara juga bisa terjadi. Yang penting, kita masih mau mencoba bicara lagi dengan anak kita,” tambahnya.
Selain Sigi, Chempa Puteri tampil sebagai Jani dalam peran utama pertamanya, sementara Hyori Mika memainkan Julia dalam debut film panjangnya. Keduanya juga menyanyikan ulang lagu Kopi Kaleng karya Harlan Boer sebagai original soundtrack film.
Tutie Kirana menghadirkan sisi berbeda melalui karakter Oma yang hangat dan jenaka.
Desember Jani diproduseri Meiske Taurisia dengan Luna Maya sebagai produser eksekutif. Film ini menjadi karya kesebelas Palari Films yang lahir dari kepemimpinan kreatif perempuan dan kolaborasi lintas generasi.

Stories of Her, Ruang bagi Kreator Perempuan
Menyambut penayangan film, Palari Films berkolaborasi dengan CapCut menggelar kompetisi film pendek bertajuk Stories of Her. Program ini ditujukan bagi kreator perempuan berusia 18 tahun ke atas dengan karya berdurasi 3–5 menit.
Melalui tema tersebut, peserta diajak mengangkat pengalaman dan perspektif perempuan dalam keluarga, mulai dari hubungan ibu dan anak, saudara, hingga dinamika lintas generasi.
Para peserta akan mendapatkan pembekalan dari produser Meiske Taurisia dan sutradara Mouly Surya, serta panduan teknis dari CapCut. Kompetisi berlangsung pada 26 Oktober hingga 22 November 2026, dengan pengumuman pemenang pada 25 November 2026.
CapCut juga menghadirkan templat khusus Desember Jani mulai 5 November 2026. Pengguna dapat memanfaatkan foto atau video pribadi dengan elemen visual resmi film, termasuk title treatment, stiker, potongan dialog, dan OST Kopi Kaleng versi Jani dan Julia.
Melalui Desember Jani, Palari Films mengajak penonton melihat keluarga bukan sebagai ruang yang selalu sempurna, melainkan tempat setiap orang belajar memahami luka, memaafkan, dan mencoba kembali berbicara.
Film Desember Jani tayang di bioskop Indonesia mulai 10 Desember 2026.[*]
Pewarta : DaBon|Editor : Kelana Peterson
Kontributor : Intimate.co.id












