Fadli Zon Ingin Film Indonesia Tak Cuma Jago Kandang, JWC 2026 Jadi Pintu Mendunia

Intimate.co.id | JAKARTA – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong sineas Indonesia memperluas jejaring dan kolaborasi dengan pelaku perfilman internasional. Salah satu upaya yang dinilai strategis untuk mewujudkan hal tersebut adalah melalui penyelenggaraan festival film internasional seperti Jakarta World Cinema (JWC) 2026.

Saat menghadiri pembukaan JWC 2026 di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (31/10/2026), Fadli Zon mengapresiasi penyelenggaraan festival yang memasuki edisi kelima tersebut. Menurutnya, JWC bukan sekadar ruang pemutaran film, tetapi juga menjadi jembatan bagi sineas, produser, dan pelaku industri film Indonesia untuk membangun hubungan dengan jaringan perfilman dunia.

“Festival seperti Jakarta World Cinema menjadi platform yang sangat penting untuk membangun jejaring, terutama antara sineas dan produser Indonesia dengan pelaku perfilman internasional,” ujar Fadli.

Ia menilai, festival semacam ini juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati film-film berkualitas dari berbagai negara yang relatif jarang mendapatkan ruang tayang di bioskop Indonesia.

Fadli turut mengapresiasi program JWC 2026 yang menghadirkan karya-karya dengan rekam jejak di festival bergengsi dunia, seperti Berlin International Film Festival, Cannes Film Festival, dan Venice International Film Festival.

Selain film-film internasional, perhatian Fadli juga tertuju pada pemutaran film Indonesia hasil restorasi, di antaranya Tiga Dara dan Lewat Djam Malam karya Usmar Ismail.

Menurutnya, restorasi dan pemutaran kembali film klasik merupakan langkah penting dalam merawat sejarah sekaligus memperkenalkan warisan sinema nasional kepada generasi muda.

Pasar Film Nasional Tumbuh

Dalam kesempatan tersebut, Fadli mengungkapkan bahwa film Indonesia telah menunjukkan kekuatan di pasar domestik. Pangsa pasar film nasional disebut telah mencapai 67 persen.

“Film Indonesia saat ini telah menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Pangsa pasar film nasional telah mencapai 67 persen dan ini merupakan capaian yang harus kita jaga bersama,” katanya.

Meski demikian, ia berharap capaian di dalam negeri dapat diikuti dengan semakin banyaknya film Indonesia yang tampil dan memperoleh apresiasi di festival-festival internasional.

Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen mendukung promosi film Indonesia di berbagai ajang perfilman dunia sebagai bagian dari pemajuan kebudayaan nasional.

Sementara itu, Executive Director Jakarta World Cinema 2026, Frederica, mengatakan festival ini dirancang bukan hanya sebagai perayaan sinema, melainkan ruang pertemuan berbagai cerita, perspektif, dan budaya dari berbagai negara.

Melalui JWC, pihaknya ingin memberikan pengalaman sinematik yang lebih beragam sekaligus memperkuat hubungan antarpelaku perfilman lintas budaya.

Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

Jakarta World Cinema 2026 menghadirkan 207 film dari 69 negara. Sebanyak 120 film di antaranya merupakan karya yang telah meraih penghargaan di berbagai festival film internasional.

Festival yang diinisiasi KlikFilm ini berlangsung secara luring di CGV Grand Indonesia pada 31 Oktober hingga 7 November 2026. Sementara pemutaran daring dapat dinikmati melalui platform KlikFilm hingga 21 November 2026.

Tidak hanya pemutaran film, JWC 2026 juga menghadirkan sejumlah program pendukung, mulai dari masterclass, film talk, hingga KlikFilm Short Movie Competition.

Jangkauan festival tahun ini turut diperluas ke Bandung dan Malang pada 14–21 November 2026. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati film-film pilihan dari berbagai negara.

Pembukaan JWC 2026 turut dihadiri Duta Besar Rumania untuk Indonesia Dan Adrian Bălănescu, CEO CGV Indonesia Mark Nah, serta sejumlah insan perfilman nasional.

Melalui penyelenggaraan JWC, Fadli berharap Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi film-film dunia, tetapi juga semakin diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan perfilman internasional.

“Kita ingin film Indonesia tidak hanya kuat di negeri sendiri, tetapi juga semakin dikenal dan mendapat tempat di tengah perfilman dunia,” tegasnya.[*]Foto : Istimewa.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id |

Tinggalkan Balasan