Intimate.co.id |Caringin, Bogor – Makam Keramat Kasepuhan KH. Mukarom yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Ibnu Mukaromain, Leuwikaso, Caringin, merupakan salah satu situs bersejarah yang memiliki nilai spiritual, pendidikan, dan perjuangan bagi masyarakat.
KH. Mukarom dikenal sebagai ulama kharismatik yang mengabdikan hidupnya untuk dakwah Islam, pendidikan pesantren, serta pembinaan akhlak umat. Selain berperan sebagai pendidik, beliau juga dikenang sebagai salah satu tokoh ulama yang turut berjuang mempertahankan tanah air pada masa perjuangan bangsa sesuai dengan kemampuan dan perannya di tengah masyarakat.
Sebagai pendiri Pondok Pesantren Ibnu Mukaromain, KH. Mukarom telah meletakkan fondasi pendidikan Islam yang berpijak pada Al-Qur’an, As-Sunnah, serta nilai-nilai akhlakul karimah. Warisan keilmuan tersebut terus dilanjutkan oleh generasi penerusnya Diantaranya,KH Hamdan leuwikaso,KH inayah, Almaghfurlah KH Fadilah ( Putra kandung ),Al maghfurlah KH Burdah Pendiri Pon Pes Sampoera Cibinong ( Putra kandung ),KH Abuya Hamdun ( Cucu ) Kyai Acep Daerobi ( cucu ) Ustad Hamdan ( cucu ) KH Abas ( Cucu Mantu ) Ustad Suryana ( Cucu mantu ) dan lain lain, sehingga pesantren tetap menjadi pusat pembinaan ilmu agama, karakter, dan pengabdian kepada masyarakat.
KH. Mukarom juga dikenal sebagai sosok yang menjaga tradisi luhur pesantren dan nilai-nilai kearifan lokal yang selaras dengan ajaran Islam. Semangat beliau dalam merawat tradisi keilmuan para ulama menjadi bagian penting dari keberlangsungan peradaban pesantren di Nusantara.
Hingga kini, makam beliau masih banyak diziarahi oleh masyarakat, santri, dan para peziarah sebagai bentuk penghormatan kepada jasa-jasa beliau dalam membangun pendidikan Islam dan membimbing umat. Ziarah tersebut menjadi pengingat akan pentingnya meneladani keikhlasan, perjuangan, serta dedikasi para ulama dalam membangun bangsa dan menjaga nilai-nilai keislaman.
Keberadaan Makam Keramat Kasepuhan KH. Mukarom diharapkan terus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menghargai jasa para ulama, melestarikan tradisi pesantren, serta memperkuat semangat persatuan, kebangsaan, dan pengabdian kepada agama, masyarakat, dan negara.
Jurnalis: Kelana Peterson
Kontributor: Intimate.co.id


















