banner 728x250

Maysha Jhuan Jujur soal Gengsi dan Cinta di Single “Kamu Doang”, Debut Menulis Lagu Sendiri

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA -|Nama Maysha Jhuan kembali meramaikan industri musik Tanah Air lewat single terbarunya berjudul “Kamu Doang”. Lagu yang dirilis di bawah label MyMusic Records pada 31 Juli 2026 ini menjadi tonggak baru dalam perjalanan kariernya karena untuk pertama kalinya ia menulis lagu dari nol.

Bagi Maysha, pengalaman tersebut bukan sekadar menghasilkan sebuah karya baru, tetapi juga mengubah cara pandangnya terhadap proses berkarya. Bersama Roommate Project yang digawangi Raymond Aditya dan Aldi Fachrobby, ia merangkai kisah tentang seseorang yang akhirnya menyerah pada perasaan cinta setelah lama menyangkalnya.

banner 325x300

Meski mengangkat tema patah hati, trauma, dan penyangkalan cinta, “Kamu Doang” justru dikemas dalam balutan musik Japanese city pop yang groovy, upbeat, dan mudah melekat di telinga. Perpaduan tersebut menghadirkan nuansa segar yang kontras dengan isi liriknya.

Maysha menjelaskan, lagu ini bercerita tentang seorang perempuan yang telah lelah berharap pada cinta akibat pengalaman masa lalu. Saat bertemu seseorang yang berbeda, ia tetap memilih menyangkal perasaannya karena takut kembali terluka.

“Cewek ini masih denial. Dia overwhelmed sama semua keadaan yang ada, bingung apakah perasaan ini benar atau tidak, karena dia sudah bertekad tidak mau jatuh cinta lagi. Tapi orang ini terus-menerus bikin dia makin yakin kalau dia memang berbeda,” ujar Maysha.

Penyanyi yang mengaku sebagai Taurus itu juga menyebut karakter dalam lagu tersebut sangat dekat dengan dirinya. Sifat keras kepala dan gengsi tinggi menjadi inspirasi utama saat menulis lirik.

“Semua situasinya sebenarnya sudah mendukung aku buat jatuh cinta. Tapi cuma gara-gara gengsi yang sudah setinggi langit, aku jadi takut dan enggak mau mengakuinya,” katanya.

Proses kreatif “Kamu Doang” dimulai dari pencarian kata pembuka reff yang tepat. Setelah berdiskusi bersama Roommate Project, mereka akhirnya memilih frasa “diam-diam” sebagai fondasi cerita karena dinilai paling mampu menggambarkan sosok yang enggan mengakui cintanya secara terang-terangan.

Keseluruhan penulisan lagu berlangsung sekitar tiga jam, dengan sekitar satu setengah jam di antaranya difokuskan untuk merampungkan lirik. Tantangan terbesar, menurut Maysha, bukan menyusun kata-kata, melainkan memilih pengalaman cinta yang paling tepat untuk dituangkan menjadi sebuah cerita.

Dari sisi musikalitas, Maysha mengaku sengaja memilih warna Japanese city pop karena genre tersebut belakangan menjadi musik yang paling sering ia dengarkan. Selain itu, lagu ini juga menjadi penanda kembalinya dirinya ke lagu bertempo ceria setelah cukup lama merilis karya bernuansa lebih sendu.

Proses rekaman vokal pun memberikan pengalaman baru. Di bawah arahan Mohammed Kamga, Maysha diminta lebih mengedepankan kejujuran emosi daripada mengejar kesempurnaan teknik vokal.

“Yang paling aku ingat, Kak Kamga bilang aku enggak perlu nyanyi bagus, aku cuma perlu nyanyi jujur. Itu yang akhirnya jadi pegangan selama proses rekaman,” ungkapnya.

Cerita dalam “Kamu Doang” juga divisualisasikan melalui video musik garapan Gaby dan David dari rumah produksi YOUKNOWWHOFILM. Video tersebut menggambarkan pergulatan hati seorang perempuan yang perlahan luluh setelah terus diyakinkan oleh sosok yang hadir dalam hidupnya.

Maysha berharap lagu ini dapat menemani siapa saja yang pernah kesulitan mengakui perasaan karena trauma maupun gengsi. Jika mendapat sambutan positif, ia berencana membawakan “Kamu Doang” di berbagai panggung, termasuk di luar Indonesia.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan