Intimate.co.id|JAKARTA – Musisi berdarah Indonesia-Tionghoa, lullaboy, menghadirkan pertunjukan intim bertajuk Hotels & Heartbreaks Tour di The Music Hall, Grha Pengharapan, Jakarta, Sabtu (18/7/2026). Konser ini tak hanya menjadi perayaan perilisan album ketiganya, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara musisi Indonesia dengan ekosistem ekonomi kreatif.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, turut hadir dalam konser tersebut. Kehadirannya merupakan tindak lanjut dari pertemuan strategis antara Kementerian Ekraf dan manajemen lullaboy yang berlangsung pada Juni lalu.
Menurut Irene, pemerintah berkomitmen memperluas peluang bagi talenta kreatif Indonesia agar semakin dikenal di pasar internasional melalui kolaborasi dan tur berskala regional.
“Kehadiran kami malam ini adalah kelanjutan konkret dari diskusi ekosistem yang kita petakan pada Juni lalu. Tur regional seperti ini menjadi momentum untuk memperkenalkan talenta, budaya, hingga jenama kreatif Indonesia kepada audiens yang lebih luas,” ujar Irene.
Ia menilai konser musik kini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan berbagai subsektor ekonomi kreatif. Aktivasi merek yang terintegrasi dalam pengalaman konser dinilai memberi dampak bagi industri fesyen, kecantikan, kuliner, hingga gaya hidup.
“Kolaborasi lintas subsektor dalam konser ini membuktikan bahwa seni pertunjukan mampu menjadi katalis yang mengangkat produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif secara berkelanjutan,” katanya.
Konser Jakarta merupakan bagian dari rangkaian Hotels & Heartbreaks Tour yang digelar untuk merayakan album terbaru lullaboy. Musisi independen lulusan Berklee College of Music itu telah mengumpulkan lebih dari 200 juta streams secara global.
Lebih dari 600 penonton memadati konser yang dikemas dalam suasana intim tersebut. Lullaboy juga menggandeng sejumlah musisi Indonesia, seperti Gangga, Raissa Anggiani, Novia Bachmid, dan Teguh Prakoso (Tepe).
Mengusung tema Heartbreak Hotel, konser menghadirkan konsep interaktif layaknya sebuah hotel. Penonton menerima kartu kunci hotel, menikmati area photobooth, gift shop, instalasi emotional baggage, hingga pertunjukan musik yang dikemas dengan konsep unik, seperti gitaris sebagai “chef” dan drummer sebagai “bartender”.
Setelah memulai tur di Kuala Lumpur, lalu tampil di Manila dan Jakarta, Hotels & Heartbreaks Tour akan berlanjut ke Bangkok, Hong Kong, Taipei, Tokyo, Seoul, dan ditutup di Singapura pada 17 Agustus 2026.
Kementerian Ekraf juga menyatakan akan terus memperluas jejaring promosi lintas negara melalui kolaborasi dengan berbagai mitra dan perwakilan diplomatik Indonesia. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi musisi dan produk kreatif Indonesia untuk tampil di panggung internasional.
Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson
Kontributor : Intimate.co.id


















