Intimate.co.id|JAJARTA-|Memasuki pekan keempat Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026, pertandingan antara BTC dan Diklat ISA di Lapangan Sintetis 1 PSF Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (18/7/2026), menyajikan duel yang berlangsung sengit sejak peluit awal dibunyikan.
Laga yang dimulai pukul 12.10 WIB dan disiarkan langsung oleh Nusantara TV itu berlangsung di bawah terik matahari. Meski BTC lebih banyak menguasai penguasaan bola, Diklat ISA tampil lebih efektif dalam memanfaatkan setiap peluang yang didapat.
Muh Irfan Ansar (28) menjadi bintang kemenangan Diklat ISA. Penyerang muda itu mencetak dua gol cepat pada menit ke-6 dan ke-12 yang membawa timnya unggul 2-0 sekaligus memberi tekanan kepada BTC sejak awal pertandingan.
Pertandingan kemudian berjalan semakin keras. Wasit Deny Sitepu lebih dulu mengeluarkan kartu kuning kepada pemain BTC, Rizki Rafael (9), pada menit ke-16. Semenit berselang, giliran pemain Diklat ISA Khalid Ikramullah (5) yang mendapat kartu kuning.
Situasi semakin berubah ketika wasit mengganjar pemain BTC, Muhammad Ilham (13), dengan kartu merah pada menit ke-20 sehingga BTC harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Meski bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit, BTC tidak menyerah. Tim tersebut berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol Dimitar Muhammad Al-Diera (55) pada menit ke-32 sehingga babak pertama ditutup dengan skor 2-1 untuk keunggulan Diklat ISA.
Pada babak kedua, BTC tetap berusaha menekan demi menyamakan kedudukan. Namun, pertahanan disiplin yang diperagakan Diklat ISA membuat skor tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.
Pelatih kepala Diklat ISA, Rayandi Zulfikar, mengapresiasi disiplin para pemainnya dalam menjalankan strategi yang telah disiapkan sebelum pertandingan.
“Di babak pertama kami benar-benar memaksimalkan strategi untuk unggul lebih dulu. Kami ingin menunjukkan bahwa tim ini siap memberikan perlawanan maksimal, dan itu berhasil. Memasuki babak kedua memang intensitas permainan mulai menurun, tetapi anak-anak tetap mampu mengendalikan pertandingan sesuai rencana,” ujar Rayandi.
Ia menambahkan, timnya masih akan terus melakukan evaluasi mengingat kompetisi masih menyisakan beberapa pertandingan. Menurutnya, menjaga konsistensi latihan menjadi kunci agar para pemain tetap berkembang meski harus membagi waktu dengan kegiatan sekolah.
“Kami akan memaksimalkan setiap pertandingan yang tersisa. Anak-anak memang juga punya tanggung jawab di sekolah, tetapi mereka tetap berkomitmen hadir dalam latihan. Semangat itu menjadi modal penting untuk terus berkembang,” kata Rayandi.|Foto : Moh.Amin_Chandra.
Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson
Kontribitor : Intimate.co.id


















