Intimate.co.id|JAKARTA – Penyakit batu ginjal dan gangguan saluran kemih masih menjadi persoalan kesehatan yang banyak dialami masyarakat Indonesia. Berbagai literatur kesehatan menyebutkan, kasus batu saluran kemih mencapai sekitar 170.000 kasus baru setiap tahun dan paling banyak menyerang kelompok usia produktif 30–50 tahun. Risiko penyakit ini juga disebut lebih tinggi pada pria dibandingkan wanita.
Salah satu faktor yang kerap memicu gangguan tersebut ialah kurangnya konsumsi air putih, sehingga meningkatkan risiko terbentuknya endapan mineral yang dapat berkembang menjadi batu ginjal maupun batu saluran kemih. Kondisi ini dapat menimbulkan keluhan seperti nyeri, anyang-anyangan, hingga kesulitan buang air kecil.
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, sebagian konsumen memilih mengombinasikan pengobatan medis dengan suplemen herbal sebagai pendamping. Salah satunya adalah Ginklin, suplemen herbal yang diformulasikan untuk membantu menjaga kesehatan ginjal serta mendukung kelancaran buang air kecil.
Ginklin mengandung tiga bahan herbal yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Indonesia, yakni kumis kucing (Orthosiphon stamineus), tempuyung (Sonchus arvensis), dan keji beling (Strobilanthes crispus). Kombinasi ketiga tanaman tersebut dikenal secara tradisional untuk membantu menjaga kesehatan saluran kemih.
Lusi (52), warga Jakarta, mengaku merasakan perubahan setelah mengonsumsi Ginklin secara rutin sesuai petunjuk penggunaan.
>”Saya dulu sering merasa kurang lancar saat buang air kecil. Setelah rutin mengonsumsi Ginklin sesuai anjuran, sekarang buang air kecil terasa lebih nyaman,” ujarnya.
Pengalaman serupa disampaikan Idris (46), warga Sidoarjo. Ia mengatakan tetap menjalani pemeriksaan dokter sembari mengonsumsi suplemen herbal tersebut.
> “Saya merasa buang air kecil menjadi lebih baik. Namun saya tetap kontrol ke dokter, mengikuti anjuran medis, dan memperbanyak minum air putih,” katanya.
Selain mengedepankan bahan herbal, Ginklin disebut telah memiliki izin edar dari BPOM serta sertifikasi halal, sehingga menjadi salah satu pilihan masyarakat yang mencari suplemen pendukung kesehatan ginjal dan saluran kemih.
Produk ini dipasarkan melalui berbagai platform digital seperti TikTok Shop, Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Akulaku sehingga mudah diakses oleh konsumen.
Meski demikian, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa batu ginjal berukuran besar atau yang menimbulkan nyeri hebat tetap memerlukan pemeriksaan dan penanganan dokter. Suplemen herbal sebaiknya digunakan sebagai pendamping, bukan pengganti terapi medis, terutama bagi penderita dengan keluhan berat atau komplikasi.
Menjaga kecukupan cairan, menerapkan pola makan seimbang, membatasi konsumsi garam berlebih, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala tetap menjadi langkah utama dalam mencegah gangguan ginjal dan saluran kemih.
Penulis : DaBon|Edtor : Kelana Peterson
Kontributor : Intimate.co.id


















