banner 728x250

BTC Menemukan Celah di Babak Kedua, Bintang Ragunan Takluk 0-3 dalam Laga Sarat Pelajaran

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA — Sepak bola usia muda selalu menyimpan dua cerita dalam satu pertandingan. Ada hasil akhir yang tercatat di papan skor, dan ada proses pembelajaran yang justru menjadi fondasi masa depan para pemain. Dua hal itu tersaji dalam lanjutan Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2026 di Lapangan Sintetis 1 PSF Pancoran, Sabtu (4/7).

BTC keluar sebagai pemenang setelah menundukkan Bintang Ragunan dengan skor 3-0. Namun, kemenangan itu tidak datang dengan mudah. Selama babak pertama, pertandingan berjalan dalam ritme yang seimbang. Bintang Ragunan tampil disiplin menjaga organisasi permainan, terutama di lini belakang yang dikomandoi sang kapten, Riziq Tafarel. Serangan-serangan BTC berulang kali kandas sebelum memasuki area berbahaya sehingga kedua tim menutup 35 menit pertama tanpa gol.

banner 325x300

Perubahan baru terlihat selepas jeda. Pelatih BTC, Zico Berlian, melakukan penyesuaian strategi setelah membaca pola permainan lawan sepanjang babak pertama. Pergantian pendekatan itu membuat tempo permainan BTC meningkat dan ruang-ruang yang sebelumnya tertutup mulai terbuka.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-61 melalui penyelesaian Ibnu Fahri Alhafizh. Tiga menit berselang, Alzena Pratama Putra menggandakan keunggulan. Saat pertandingan memasuki menit terakhir, Naufal Syamil Adz Dzaki melengkapi kemenangan BTC menjadi 3-0 sekaligus memastikan tiga poin bagi timnya.

“Kami belajar dari pertandingan ini. Setelah menganalisis babak pertama, kami melakukan penyesuaian taktik di babak kedua untuk bisa memenangkan laga,” ujar Zico Berlian seusai pertandingan.

Kemenangan tersebut melanjutkan tren positif BTC setelah sebelumnya juga meraih kemenangan atas Pemuda Jaya melalui gol yang lahir pada babak kedua.

Di kubu lawan, hasil pertandingan tidak mengubah cara pandang pelatih Bintang Ragunan, Teuku Chairul Wisal. Baginya, kompetisi kelompok usia bukan semata-mata tentang menang atau kalah, melainkan ruang belajar yang harus dimanfaatkan para pemain.

“Ini panggung kalian. Kami menyediakan sarana, tempat, dan waktu. Kalian harus memanfaatkan sebaik-baiknya,” pesannya kepada para pemain selepas pertandingan.

Pandangan serupa juga disampaikan Manajer sekaligus pemilik BTC, Risyad Sucahyo. Meski puas dengan kemenangan timnya, ia mengingatkan para pemain agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, konsistensi dalam berkembang jauh lebih penting dibanding menikmati satu kemenangan.

Di sisi lain, BTC tetap membawa target yang jelas dalam Liga Jakarta U17 musim ini. Tim itu tidak ingin sekadar menjadi pelengkap kompetisi, melainkan berupaya melangkah sejauh mungkin dengan sasaran minimal menembus babak semifinal.

Pada akhirnya, laga di Pancoran bukan hanya menghadirkan kemenangan meyakinkan bagi BTC. Pertandingan itu juga memperlihatkan bahwa sepak bola usia muda selalu menjadi ruang untuk menempa karakter, kecerdasan membaca permainan, serta keberanian belajar dari setiap hasil yang diraih.|Foto : Moh.Amin Tjandra

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan