banner 728x250

Batavia FC Tampil Superior, Liga Soeratin U-15 Jakarta Kian Menegaskan Panggung Lahirnya Bintang Masa Depan

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA —Liga Soeratin U-15 Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 terus menunjukkan kualitasnya sebagai panggung pembinaan sepak bola usia muda. Memasuki pekan keempat kompetisi, atmosfer persaingan semakin kompetitif. Tak hanya menyuguhkan pertandingan menarik, ajang ini juga konsisten menghadirkan para legenda sepak bola nasional yang datang untuk memberikan dukungan sekaligus memantau lahirnya talenta-talenta masa depan.

Bertanding di Lapangan 2 Sintetis PSF Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (28/6), Batavia FC tampil dominan saat menaklukkan Farama FC dengan skor meyakinkan 3-0.

banner 325x300

Keunggulan Batavia FC bermula dari gol bunuh diri pemain Farama FC, M. Rifhan Khasyfa, pada menit ke-28. Momentum itu dimanfaatkan dengan baik oleh Batavia FC. Tiga menit kemudian, Muhammad Rakha Sumarno menggandakan keunggulan lewat penyelesaian akhir yang tenang.

Dominasi Batavia FC semakin lengkap ketika Alby Lutfhi El Genza mencetak gol ketiga pada menit ke-36 setelah memanfaatkan celah di lini pertahanan lawan. Skor 3-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Laga berlangsung dalam tempo tinggi. Wasit Suryadi mengeluarkan kartu kuning kepada kapten Batavia FC, Riffat Lutfi Setiawan, pada menit ke-34. Sementara dari kubu Farama FC, Moh Rizky Isnan Mukti juga harus menerima kartu kuning pada menit ke-22.

Pelatih Batavia FC, Ranu Tri, menegaskan kemenangan bukan menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan timnya. Baginya, kompetisi ini merupakan bagian dari proses membentuk karakter dan kualitas pemain muda.

“Kami bersyukur atas kemenangan ini. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak berkembang. Kami ingin mereka memahami sepak bola modern, berani menguasai bola, disiplin menjalankan taktik, dan terus belajar dari setiap pertandingan. Hasil memang penting, tetapi proses pembinaan jauh lebih utama,” ujar Ranu.

Ia mengungkapkan rotasi pemain sengaja dilakukan agar seluruh anggota tim mendapatkan kesempatan bermain yang sama. Menurutnya, pengalaman bertanding menjadi bekal penting dalam membangun fondasi pemain usia dini.

Di kubu Farama FC, pelatih Tias Tono mengakui timnya belum tampil maksimal karena beberapa pemain harus mengikuti agenda kompetisi lain. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi semangat para pemain yang berusaha menerapkan hasil latihan di lapangan.

“Kami masih memiliki pekerjaan rumah, terutama dalam penyelesaian akhir dan adaptasi terhadap karakter lapangan pertandingan. Kompetisi ini menjadi ruang belajar yang sangat berharga bagi anak-anak untuk terus berkembang,” katanya.

Apresiasi terhadap penyelenggaraan Liga Soeratin U-15 juga datang dari mantan pemain Tim Nasional Indonesia yang hadir di Pancoran. Menurutnya, kompetisi kelompok umur seperti ini merupakan fondasi utama regenerasi sepak bola nasional.

“Anak-anak membutuhkan kompetisi yang rutin agar memiliki jam terbang, mental bertanding, dan pengalaman. Dari turnamen seperti inilah calon pemain profesional dan pemain tim nasional bisa lahir. Karena itu, pembinaan usia muda harus terus dijaga dan diperluas ke seluruh Indonesia,” ujar Yuswardi mantan pemain Timnas.

Lebih dari sekadar perebutan poin, Liga Soeratin U-15 Jakarta kembali membuktikan diri sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda. Di setiap pertandingan, bukan hanya kemenangan yang dipertaruhkan, tetapi juga proses panjang membentuk karakter, mental juara, serta mimpi anak-anak untuk suatu hari mengenakan seragam Tim Nasional Indonesia.|Foto : Prass

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan