banner 728x250

Patar Tambunan: Liga SoeratinJakartaU-15 Harus Menjadi Fondasi Pembinaan, Bukan Sekadar Turnamen.

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id|JAKARTA – Mantan pemain Tim Nasional Indonesia peraih medali emas SEA Games 1987, Patar Tambunan, menilai pembinaan sepak bola usia muda harus kembali menjadi prioritas utama jika Indonesia ingin memiliki fondasi yang kuat menuju prestasi internasional.

Menurut Patar, Indonesia tidak kekurangan talenta. Dengan jumlah penduduk usia muda yang besar, persoalan utama justru terletak pada kesempatan bermain, fasilitas, dan kompetisi yang berkelanjutan.

banner 325x300

“Anak-anak harus mendapatkan ruang untuk berkembang sejak usia dini. Mereka perlu bermain secara berjenjang mulai usia 7, 9, 11, 13, hingga 15 dan 17 tahun. Kompetisi menjadi bagian penting dari proses pembentukan pemain,” ujarnya saat menghadiri pertandingan Liga Soeratin U-15 di Lapangan PSF Pancoran,Jakarta Selatan,Sabtu(27/6)

Ia juga menyoroti pentingnya ketersediaan sarana dan prasarana yang mudah diakses masyarakat. Menurutnya, pemerintah daerah bersama sektor swasta dapat bekerja sama agar lapangan sepak bola dapat digunakan secara gratis untuk latihan maupun kompetisi usia muda.

“Pemerintah harus mendesain pembinaan generasi emas melalui olahraga. Lapangan seharusnya menjadi ruang belajar bagi anak-anak, bukan menjadi beban biaya bagi sekolah sepak bola,” katanya.

Patar menilai latihan yang baik harus dibarengi kompetisi yang rutin. Dengan demikian, pelatih dapat mengevaluasi perkembangan pemain secara langsung dalam suasana pertandingan.

Mengomentari jalannya Liga Soeratin U-15, ia melihat para pemain masih perlu meningkatkan pemahaman bermain secara kolektif. Menurutnya, sebagian besar pemain masih mengandalkan kemampuan individu dibanding membangun permainan sebagai sebuah tim.

“Dasar-dasar bermain masih harus diperkuat. Saat menyerang semua ikut menyerang, saat bertahan semua ikut bertahan. Mereka juga perlu belajar memindahkan alur permainan dari sisi kiri ke tengah lalu ke kanan agar permainan lebih hidup,” jelasnya.

Dalam pertandingan antara Bintang Ragunan vs Maesa Pararaider, Patar menilai semangat bertanding para pemain cukup baik, meski organisasi permainan masih membutuhkan banyak pembenahan.

Bintang Ragunan vs Maesa Pararaider Foto Moh.Amin Chandra.

Patar melihat Maesa Pararaider tampil lebih rapi baik secara individu maupun kolektif. Meski demikian, penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diperbaiki.

“Kerja sama tim mereka sudah terlihat, tinggal penyelesaian akhirnya yang perlu ditingkatkan,” katanya.

Patar berharap Liga Soeratin U15 tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi benar-benar menjadi wadah pembinaan nasional yang berkesinambungan. Menurutnya, semakin banyak kompetisi berkualitas, semakin besar pula kesempatan pemain muda menambah jam terbang dan membangun mental bertanding.

“Kalau kompetisi seperti ini berjalan rutin di seluruh Indonesia, pemain usia 15, 17 hingga 18 tahun akan memiliki pengalaman yang cukup. Itu menjadi bekal penting sebelum mereka melangkah ke level profesional maupun memperkuat tim nasional,” ujarnya.

Bagi Patar, masa depan sepak bola Indonesia tidak hanya ditentukan oleh hasil pertandingan hari ini, melainkan oleh keseriusan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem pembinaan usia muda yang terencana, merata, dan berkesinambungan.

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan