banner 728x250

Pantau Liga Soeratin U-15, Berti Tutuarima Kritik Permainan Rorotan dan Bina Mutiara: Masih Lemah Taktik dan Kerja Sama Tim

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id |JAKARTA – Berti Tutuarima hadir menyaksikan laga Liga Soeratin U-15 antara Rorotan melawan Bina Mutiara di Lapangan PSF Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (27/6). Mantan pemain Timnas Indonesia peraih medali perak SEA Games 1979 itu memanfaatkan kesempatan untuk mengamati langsung perkembangan pemain-pemain muda.

Menurut Berti, masa depan sepak bola Indonesia harus dibangun dari pembinaan usia dini yang terstruktur, bukan semata mengandalkan program naturalisasi. Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar dengan jumlah penduduk usia muda yang melimpah, namun membutuhkan ruang bermain, kompetisi yang rutin, serta fasilitas yang memadai.

banner 325x300

“Anak-anak harus bermain sejak usia 5, 7, 9, 11, 13 hingga 15 tahun. Pembinaan tidak boleh putus. Kompetisi seperti Liga Soeratin menjadi tempat mereka mengasah kemampuan setelah berlatih,” ujarnya.

Berti juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah terhadap penyediaan lapangan. Menurutnya, lapangan sepak bola seharusnya dapat digunakan secara gratis oleh SSB dan klub pembinaan, dengan biaya pemeliharaan melibatkan kerja sama pemerintah dan sektor swasta. Dengan begitu, latihan dapat berlangsung rutin setiap pekan dan kompetisi digelar setiap Sabtu-Minggu.

Saat mengulas pertandingan Rorotan kontra Bina Mutiara, Berti melihat kedua tim masih memiliki banyak pekerjaan rumah, terutama dalam pemahaman taktik dan permainan kolektif. Ia menilai para pemain masih terlalu mengandalkan kemampuan individu, sementara transisi bertahan dan menyerang belum tertata.

Bina Mutiara vs Rorotan U15 (Foto Prass)

“Bina Mutiara memiliki beberapa pemain yang cukup menonjol, tetapi secara tim masih harus belajar. Saat menyerang semua ikut maju, saat bertahan semua ikut mundur. Permainan juga masih sering bertumpu di satu sisi lapangan, padahal bola harus dipindahkan dari kiri ke tengah lalu ke kanan agar lawan terbuka,” jelasnya.

Meski demikian, Berti tetap optimistis. Baginya, kompetisi usia dini seperti Liga Soeratin menjadi fondasi penting untuk melahirkan generasi pesepak bola Indonesia yang lebih matang di masa depan, asalkan dibarengi pembinaan yang konsisten, pelatih berkualitas, serta dukungan fasilitas yang memadai.

Penulis : DaBon| Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan