
Intimate.co.id|Lampung, 6 Juni 2026 – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Darul ‘Ulum Lampung melaksanakan kegiatan Visitasi Asesmen Lapangan Pendirian Perguruan Tinggi sebagai bagian dari proses penilaian dan verifikasi pendirian institusi oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan STIT Darul ‘Ulum Lampung menuju perguruan tinggi yang berkualitas, profesional, dan berdaya saing.
Visitasi tersebut menghadirkan tim asesor, yaitu Prof. Dr. H. Yusuf Baihaqi, Lc., M.A. dan Prof. Dr. H. Sudarman, M.Ag., yang melakukan evaluasi terhadap kesiapan kelembagaan, sumber daya manusia, kurikulum, sarana prasarana, tata kelola, serta sistem penjaminan mutu yang telah dipersiapkan oleh STIT Darul ‘Ulum Lampung.
Selain tim asesor, kegiatan ini juga mendapatkan perhatian dan pendampingan dari jajaran Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama Republik Indonesia, di antaranya Dr. Asroi, M.Pd, Dr. Ahmad Mahfud Arsyad, M.Ag, dan Dinata Firmansyah. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan pemerintah dalam memastikan bahwa setiap perguruan tinggi baru yang didirikan memenuhi standar mutu dan regulasi yang berlaku.
Visitasi tersebut juga merupakan hal yang paling ditunggu oleh ketua yayasan Raden Fatah Lampung Tengah yakni Gus Khozinatul Asror dan seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Darul Ulum yang saat ini jumlah santrinya sudah mencapai sekitar 2.000an, karena sudah banyak santri begitupun wali santri dan alumni yang sejak lama menunggu kehadiran perguruan tinggi agar para santri ini tidak perlu jauh-jauh untuk menempuh pendidikan tinggi diluar daerah yang jarak tempuhnya juga lumayan jauh dari pesantren.
Pendirian STIT Darul ‘Ulum Lampung tidak hanya bertujuan menghadirkan lembaga pendidikan tinggi baru, tetapi juga membawa visi jangka panjang yang jelas dan terukur.
Sebagaimana tertuang dalam dokumen visi institusi, STIT Darul ‘Ulum Lampung bercita-cita:
“Menjadi perguruan tinggi ilmu tarbiyah berwawasan keislaman Ahlus Sunnah wal-Jamaah (Aswaja) yang unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta diakui secara nasional pada tahun 2040.”
Visi tersebut mencerminkan komitmen lembaga untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam Ahlus Sunnah wal-Jamaah dengan pengembangan pendidikan tinggi yang modern, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam mewujudkan visi tersebut, STIT Darul ‘Ulum Lampung menetapkan lima misi utama yang menjadi arah pengembangan kelembagaan:
1. Menyelenggarakan Pendidikan Tinggi Islam yang Unggul
2. Mengembangkan Penelitian yang Inovatif dan Relevan
3. Melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat
4. Meningkatkan Tata Kelola dan Kualitas SDM
5. Mengembangkan Jejaring Kerja Sama
Pelaksanaan asesmen lapangan menjadi kesempatan bagi tim asesor untuk melakukan verifikasi terhadap seluruh aspek yang telah dipersiapkan oleh institusi. Selain sebagai proses evaluasi, visitasi juga menjadi sarana memperoleh masukan konstruktif untuk penyempurnaan tata kelola dan pengembangan mutu perguruan tinggi ke depan.
Dengan dukungan yayasan, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh pemangku kepentingan, STIT Darul ‘Ulum Lampung optimis dapat memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah dan memperoleh rekomendasi yang baik dalam proses pendiriannya.
Kehadiran STIT Darul ‘Ulum Lampung diharapkan menjadi pusat pengembangan ilmu tarbiyah yang mampu melahirkan generasi pendidik, akademisi, peneliti, dan pemimpin umat yang berintegritas, berwawasan keislaman moderat, serta memiliki kompetensi akademik yang unggul.
Dengan mengusung nilai-nilai Keislaman Aswaja, Keunggulan Akademik, Riset dan Inovasi, Pengabdian untuk Umat, Integritas dan Profesionalitas, serta Kolaborasi Global, STIT Darul ‘Ulum Lampung meneguhkan langkahnya untuk menjadi perguruan tinggi Islam yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan berkontribusi dalam pembangunan pendidikan nasional.
Visitasi asesmen lapangan ini bukan sekadar tahapan administratif, melainkan wujud kesungguhan STIT Darul ‘Ulum Lampung dalam membangun perguruan tinggi Islam yang unggul, bermutu, dan siap menjawab tantangan zaman menuju pengakuan nasional pada tahun 2040.
Jurnalis : Kelana Peterson
Kontributor Intimate.co.id


















