Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2026 : PSF Academy FC Tunjukkan Mental Juara, Tunas Betawi Kehilangan Momentum

Intimate.co.id|JAKARTA– PSF Academy FC menunjukkan karakter kuat dengan membalikkan keadaan dan menaklukkan Tunas Betawi 2-1 dalam lanjutan Liga Jakarta U-17 di Lapangan Sintetis 2 PSF, Pancoran, Sabtu (7/11). Kemenangan ini diraih setelah PSF tertinggal lebih dahulu pada awal pertandingan.

Tunas Betawi sempat memberikan kejutan ketika pertandingan baru berjalan lima menit. Umpan matang dari sektor kiri disambut Naufal Bhakti dengan tendangan keras yang tak mampu diantisipasi penjaga gawang PSF. Tunas Betawi pun unggul 1-0.

Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama. PSF mulai mengambil kendali permainan dengan membangun serangan melalui kombinasi umpan pendek dan pergerakan antarpemain yang terorganisasi.

Hasilnya terlihat pada menit ke-11. Hansend Eben memperlihatkan kualitas individunya setelah melewati dua pemain lawan di depan kotak penalti. Ia kemudian melepaskan tembakan keras yang menggetarkan gawang Tunas Betawi. Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, PSF semakin agresif. Tekanan yang konsisten membuat Tunas Betawi kesulitan mengembangkan permainan, terlebih tim tersebut kehilangan empat pemain penting akibat akumulasi kartu dan cedera.

Momentum itu dimanfaatkan PSF untuk memburu gol penentu. Pada menit ke-41, Ulin Rahman sukses mengeksekusi bola mati dengan arah tendangan menuju tiang jauh. Kiper Tunas Betawi gagal menjangkau bola, sekaligus memastikan PSF berbalik unggul 2-1.

Tunas Betawi berupaya menyamakan kedudukan pada sisa pertandingan. Namun, disiplin lini pertahanan PSF membuat sejumlah peluang lawan tidak berkembang menjadi gol. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan tuan rumah.

Tunas Betawi Kehilangan Empat Pemain

Pelatih Tunas Betawi, Jefri, mengaku kecewa dengan hasil pertandingan. Ia menilai timnya memiliki peluang untuk membawa pulang tiga poin, tetapi absennya empat pemain utama memengaruhi kekuatan skuad.

“Secara keseluruhan saya kecewa. Seharusnya kami bisa mengatasi PSF. Dua pemain utama absen karena akumulasi, sementara dua lainnya cedera. Anak-anak sudah diinstruksikan untuk menekan, tetapi skuad kami kurang dukungan,” ujar Jefri.

Di kubu PSF, pelatih Muklisin mengapresiasi kemampuan anak asuhnya menjalankan instruksi, terutama dalam meredam tekanan lawan dan membangun serangan melalui permainan kaki ke kaki.

Menurut Muklisin, kerja sama antarlini dan kepercayaan diri pemain menjadi faktor penting di balik keberhasilan PSF membalikkan keadaan.

Meski puas dengan kemenangan, Muklisin tetap memberikan penghargaan kepada Tunas Betawi yang dinilainya tampil kompetitif.

“Tunas Betawi bermain bagus. Kalau skuad mereka full team, mungkin PSF akan kesulitan meredam serangan mereka,” kata Muklisin.

Kemenangan ini menjadi tambahan modal bagi PSF Academy FC untuk menjaga persaingan di Liga Jakarta U-17. Sementara itu, Tunas Betawi dituntut segera bangkit agar tetap berada dalam jalur persaingan menuju empat besar.[*]Foto : Prass

Pewarta : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co id

Tinggalkan Balasan