Deklarasi IMPKA, Mahasiswa dan Pelajar Kalai Anim Tegaskan Komitmen Kebangsaan dan Perjuangan Hak Masyarakat Adat

Intimate.co.id – MERAUKE – Mahasiswa dan pelajar Kalai Anim asal Wanam Wogikel, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, mendeklarasikan Ikatan Mahasiswa Pelajar Kalai Anim (IMPKA) dengan menegaskan komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan, persatuan generasi muda, serta perlindungan identitas dan hak-hak masyarakat adat.

Deklarasi yang berlangsung di Honai Patung Hati Kudus Yesus, Merauke, Sabtu (7/11/2026), tersebut memuat lima ikrar bersama sebagai landasan perjuangan organisasi dalam membangun generasi intelektual yang berintegritas, mandiri, kritis, dan bertanggung jawab.

Melalui deklarasi tersebut, IMPKA menegaskan komitmen menjunjung tinggi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus memperkokoh persatuan, persaudaraan, serta solidaritas generasi muda Kalai Anim tanpa membedakan latar belakang.

Salah satu poin penting deklarasi adalah komitmen menjaga martabat, identitas, dan nilai-nilai budaya, sekaligus memperjuangkan hak-hak masyarakat adat Kalai Anim.

“Menjaga martabat, identitas, nilai-nilai budaya, serta memperjuangkan hak-hak masyarakat adat Kalai Anim,” demikian bunyi poin ketiga deklarasi tersebut.

Ikrar itu menegaskan bahwa penguatan generasi muda tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab menjaga identitas dan memperjuangkan kepentingan masyarakat adat. IMPKA diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa dan pelajar untuk memperkuat kesadaran kolektif, menyuarakan aspirasi, serta mendorong keterlibatan masyarakat adat dalam pembangunan yang menyangkut kehidupan mereka.

Ketua IMPKA, Emanuel Talpia Yolmen, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran pemuda sebagai penggerak perubahan. Menurutnya, pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga menghadirkan kebermanfaatan, membawa perubahan, dan senantiasa menebar kebaikan bagi masyarakat.

“Jangan kita memandang pendidikan untuk mengejar sebuah gelar atau sebuah jabatan,” tegas Emanuel.

Ia mengajak mahasiswa dan pelajar menjadikan ilmu pengetahuan sebagai bekal pengabdian. Kemampuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan diharapkan dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kampung halaman.

Emanuel juga mengajak generasi muda merefleksikan kembali pesan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, tentang kekuatan sepuluh pemuda yang mampu mengguncang dunia. Ia menekankan bahwa perubahan besar tidak selalu membutuhkan banyak orang, melainkan pemuda yang memiliki keberanian, persatuan, dan komitmen untuk bertindak.

Melalui semangat tersebut, Emanuel berharap IMPKA menjadi wadah yang mampu mempertemukan pengembangan intelektual, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial generasi muda Kalai Anim.

Selain komitmen kebangsaan dan perlindungan hak masyarakat adat, deklarasi IMPKA juga menegaskan pentingnya membangun generasi intelektual yang berintegritas, mandiri, kritis, dan bertanggung jawab. Prinsip tersebut menjadi pijakan organisasi dalam mempersiapkan mahasiswa dan pelajar agar mampu memahami serta merespons berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Sementara itu, poin kelima deklarasi menegaskan tekad anggota IMPKA untuk mengabdikan ilmu, pikiran, dan tindakan bagi kemajuan masyarakat Kalai Anim, Tanah Papua, dan bangsa Indonesia.

Komitmen tersebut memperlihatkan arah pengembangan organisasi yang tidak hanya berorientasi pada kepentingan anggotanya, tetapi juga pada pengabdian kepada masyarakat. Pendidikan, persatuan, dan perlindungan hak masyarakat adat ditempatkan sebagai bagian dari tanggung jawab generasi muda dalam membangun masa depan daerah asalnya.

Deklarasi ditutup dengan ikrar bersama untuk menjunjung tinggi dan melaksanakan seluruh komitmen secara bertanggung jawab. Melalui momentum ini, mahasiswa dan pelajar Kalai Anim menegaskan tekad membangun IMPKA sebagai wadah perjuangan intelektual, pelestarian identitas budaya, dan pengabdian kepada masyarakat adat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jurnalis: kelana Peterson

Kontributor: Intimate.co.id

Tinggalkan Balasan